Search for collections on EPrints Repository UNTIRTA

PENGARUH UKURAN PARTIKEL BATU KAPUR DAN SLAG BLAST FURNACE SERTA KOMPOSISI KERTAS HABIS PAKAI DAN SLAG BLAST FURNACE TERHADAP POROSITAS, KUAT TEKAN, DAN SHATTER TEST SLAG DEPRESSANT

Budi Prakoso, Muhammad Farid (2024) PENGARUH UKURAN PARTIKEL BATU KAPUR DAN SLAG BLAST FURNACE SERTA KOMPOSISI KERTAS HABIS PAKAI DAN SLAG BLAST FURNACE TERHADAP POROSITAS, KUAT TEKAN, DAN SHATTER TEST SLAG DEPRESSANT. S1 thesis, Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

[img] Text (SKRIPSI)
Muhammad Farid Budi Prakoso_3334170054_Full Text.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text
Muhammad Farid Budi Prakoso_3334170054_01.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Muhammad Farid Budi Prakoso_3334170054_02.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Muhammad Farid Budi Prakoso_3334170054_03.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Muhammad Farid Budi Prakoso_3334170054_04.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Muhammad Farid Budi Prakoso_3334170054_05.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Muhammad Farid Budi Prakoso_3334170054_CP.pdf

Download (12MB)
[img] Text
Muhammad Farid Budi Prakoso_3334170054_Ref.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Muhammad Farid Budi Prakoso_3334170054_Lamp.pdf

Download (1MB)

Abstract

About 72% of steel is produced using the BF-BOF route. There is A phenomenon called slag foam is the formation of foam or gas bubbles during the steel production process. Uncontrolled slag foam will cause a slopping phenomenon, namely the overflow of slag foam out of the furnace which will reduce furnace productivity. To control the formation of slag foam If there is too much, an addictive substance, namely slag depressant, is used. When using slag depressant, a new problem arises, namely slag settling depressant builds up in the hopper due to low slag capacity depressant to withstand pile loads and friction loads. Slag depressant It is expected to be able to withstand stacked loads during its use inside a hopper with a slag depressant compressive strength of more than 1500N/cm2. In 2020, Kusnadi and Della conducted research related to slag depressants which have a high porosity value. Because the research was carried out by varying the grain size of limestone and blast furnace slag -40+60#, -60+80#, and 80+100# to improve the porosity value while still having a compressive strength value of more than 1,500N/cm2. Apart from that, variations in paper composition were also carried out in consumables 60%, 50%, 40%, and 30%, and blast furnace slag 10%, 20%, 30%, and 40%. The research was carried out by mixing consumable paper, limestone, slag blast furnace, and molasses. After that, the slag depressant formed a cylindrical shape using the compaction method and dried in an oven at using temperature of 100°C for 5 hours. Then the shatter test, volatile matter, porosity, and compressive strength were carried out. The highest compressive strength is 2200.71 N/cm2 with a porosity value of 14.96% for the sample with particle size -80+100# and raw material composition of 60% consumable paper and 10% blast furnace slag. Keywords: Slag Depressant, Slag Foam, Compression Test, Porosity, Volatile Matter, Shatter Test

Item Type: Thesis (S1)
Contributors:
ContributionContributorsNIP/NIM
Thesis advisorOediyani, Soesaptri196006232003122001
Thesis advisorKambuna, Bening199008292020122013
Additional Information: Sekitar 72% baja dihasilkan dengan menggunakan jalur BF-BOF. Terdapat fenomena yang dinamakan slag foam yakni terbentuknya busa atau gelembung gas selama proses produksi baja. Slag foam yang tidak terkendali akan menyebabkan fenomena slopping, yaitu meluapnya slag foam keluar dari furnaec sehingga akan mengurangi produktivitas furnace. Untuk mengendalikan pembentukan slag foam yang berlebih, maka digunakanlah bahan adiktif yaitu slag depressant. Pada saat penggunaan slag depressant, terjadi permasalahan baru yaitu mengendapnya slag depressant yang menumpuk di dalam hopper karena rendahnya kemampuan slag depressant untuk menahan beban tumpuk dan beban gesek. Slag depressant diharapkan mampu menahan beban tumpuk selama penggunaannya di dalam hopper dengan memiliki kuat tekan slag depressant lebih dari 1500N/cm2. Pada 2020, Kusnadi dan Della melakukan penelitian terkait slag depressant namun memiliki nilai porositas yang tinggi. Oleh karena dilakukan suatu penelitian dengan memvariasikan ukuran butir batu kapur dan slag blast furnace -40+60#, -60+80#, dan 80+100# untuk memperbaiki nilai porositas dengan tetap memiliki nilai kuat tekan lebih dari 1.500N/cm2. Selain itu dilakukan juga variasi komposisi kertas habis pakai 60%, 50%, 40% dan 30% serta slag blast furnace 10%, 20%, 30%, dan 40%. Penelitian dilakukan dengan pencampuran kertas habis pakai, batu kapur, slag blast furnace dan molase. Setelahnya dilakukan pembentukan slag depressant berbentuk silinder dengan metode kompaksi dan dikeringkan di dalam oven dengan temperatur 100 °C selama 5 jam. Lalu dilakukan pengujian shatter test, volatile matter, porositas dan kuat tekan. Kuat tekan tertinggi sebesar 2200,71 N/cm2 dengan nilai porositas sebesar 14,96% dimiliki oleh sampel dengan ukuran partikel 80+100# dan komposisi bahan baku sebanyak 60% kertas habis pakai dan 10% slag blast furnace. Kata kunci: Slag Depressant, Slag Foam, Uji Tekan, Porositas, Volatile Matter, Shatter Test
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Q Science > QC Physics
Q Science > QD Chemistry
T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy
Divisions: 03-Fakultas Teknik
03-Fakultas Teknik > 27201-Jurusan Teknik Metalurgi
Depositing User: Muhammad Farid Budi Prakoso Budi
Date Deposited: 01 Apr 2024 11:43
Last Modified: 01 Apr 2024 11:43
URI: http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/34652

Actions (login required)

View Item View Item