Rifadita, Sekar (2025) PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK NICKEL PIG IRON DENGAN METODE SIX SIGMA DI PT XYZ. S1 thesis, Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
|
Text (Fulltext)
Sekar Rifadita_3333190065_Fulltext.pdf Download (985kB) |
|
|
Text (Bab 1)
Sekar Rifadita_3333190065_01.pdf Download (666kB) |
|
|
Text (Bab 2)
Sekar Rifadita_3333190065_02.pdf Download (475kB) |
|
|
Text (Bab 3)
Sekar Rifadita_3333190065_03.pdf Download (313kB) |
|
|
Text (Bab 4)
Sekar Rifadita_3333190065_04.pdf Download (619kB) |
|
|
Text (Bab 5)
Sekar Rifadita_3333190065_05.pdf Download (248kB) |
|
|
Text (Bab 6)
Sekar Rifadita_3333190065_06.pdf Download (160kB) |
|
|
Text (Daftar Referensi)
Sekar Rifadita_3333190065_Ref.pdf Download (162kB) |
|
|
Text (Daftar Lampiran)
Sekar Rifadita_3333190065_Lamp.pdf Download (289kB) |
|
|
Text (Cek Plagiasi)
Sekar Rifadita_3333190065_CP.pdf Download (162kB) |
Abstract
Kondisi persaingan industri sangat ketat sehingga setiap perusahaan harus memikirkan bagaimana cara untuk tetap bertahan dipersaingan saat ini. Salah satu cara agar tetap bertahan perusahaan harus menghasilkan produk yang berkualitas. Pada PT XYZ terdapat produk cacat yang berada pada beberapa smelter, dan smelter paling banyak berada di smelter 1. Banyaknya hasil produk yang masih menumpuk di area penyimpanan produk jadi menandakan nickel pig iron belum terjual. Langkah yang dapat diambil oleh perusahaan yaitu dengan melakukan pengendalian pada proses produksi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk meminimalisir defect dari hasil produk yang dihasilkan. Metode penelitian yang dilakukan berupa six sigma dengan studi kasus yang terjadi di proses pembuatan nickel pig iron. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CTQ terbanyak terdapat pada defect high content P sebanyak 114 batch dengan persentase 64,41%. Nilai DPMO dari penelitian ini yaitu sebesar 89.526,50354 dan nilai sigma nya sebesar 2,8903 sehingga penelitian tersebut masih di rata-rata industri Indonesia. Pengolahan data stastistik menggunakan peta kendali laney p. Disimpulkan bahwa defect high content P menjadi faktor tertinggi yang membuat produk nickel pig iron mengalami kecacatan. Terdapat 5 usulan yang ada yaitu memadukan atau mencampurkan bahan baku yang sesuai dengan spesifikasi dan yang tidak sesuai dengan spesifikasi dan mencari supplier bahan baku material yang lebih murah. Usulan kedua yaitu berupa menambahkan tenaga ahli yang berkompeten dan memberikan pelatihan kepada tenaga ahli yang sudah ada. Usulan ketiga yaitu berupa disarankan untuk memasukkan material secara perlahan di area hopper elevasi sebelum menuju ke smelter dan membuat jadwal rutin untuk membersihkan hopper elevasi. Usulan keempat yaitu berupa disarankan untuk mengurangi beban kerja terhadap karyawan. Usulan kelima yaitu berupa disarankan untuk membuat penjadwalan yang rutin seperti setiap 3 bulan sekali membersihkan mesin penyaring debu.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci : CTQ, defect, six sigma, smelter | |||||||||
| Subjects: | T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy T Technology > TS Manufactures |
|||||||||
| Divisions: | 03-Fakultas Teknik > 26201-Jurusan Teknik Industri | |||||||||
| Depositing User: | Sekar Dita Rifadita | |||||||||
| Date Deposited: | 27 Oct 2025 05:39 | |||||||||
| Last Modified: | 27 Oct 2025 05:39 | |||||||||
| URI: | http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/55542 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
