Search for collections on EPrints Repository UNTIRTA

PENGARUH TEMPERATUR DAN WAKTU TAHAN PROSES ANIL TERHADAP KOROSI RETAK TEGANG PADA PADUAN CU-28% ZN

MAULANA JAYA WINATA, TB (2010) PENGARUH TEMPERATUR DAN WAKTU TAHAN PROSES ANIL TERHADAP KOROSI RETAK TEGANG PADA PADUAN CU-28% ZN. S1 thesis, Fakultas teknik universitas sultan ageng tirtayasa.

[img] Text (fulltext)
TB Maulana jaya winata.pdf
Restricted to Registered users only

Download (10MB)

Abstract

Selongsong peluru merupakan bagian dari senjata api terbuat dari logam nonferro. Penggunaan selongsong peluru dalam senjata api membutuhkan jumlah yang banyak, dimana dalam satu senjata api uibutuhkan lebih dari satu peluru. Selongsong peluru merupakan bungkus atau selimut proyektil yang berfungsi untuk menahan ledakan yang mendorong proyektil pada peluru. Selongsong peluru yang menerima tegangan rentan terhadap retak tegang dan pada lingkungan korosi akan terjadi korosi retak tegang (KRT). Untuk paduan selongsong peluiu menggunakan material tembaga dan seng (kuningan). Pada umumnya kuningan mudah terpengaruh korosi retak tegang (KRT). Khususnya dari amonia atau yang mengandung bahan atau yang mengeluarkan ammonia. Masalah ini terkadang diketahui sebagai retak tegang. Retakan dapat menyebabkan kecelakaan yaıg serius jika tempat/wadah terlalu lemah pada senjata yang ditembakkan. Masalah yang disebabkan oleh residual stress yang tinggi dari pembuatan vadah selama proses manufaktur, dan dapat diperbaiki oleh anil dan dipersyaratkan memiliki kekerasan tidak terlalu tinggi sehingga tidak menyebabkan cacat retak atau pecuh.Paduan dari selongsong peluru adalah tembaga dan seng, untuk mempermudah proses pembentukan dan memperpanjang umur pakai. Maka dilakukan penelitian Pengaruh temperatur dan waktu tahan proses anil terhadap korosi retak tegang pada paduan Cu-28%Zn, Variasi tempeatur yang digunakan adalah 500°C, 550°C, dan 600°C sedangkan untuk waktu tahan setiap temperatur adalah 1, 2, dan 3 jam. Pengujian yang dilakukan adalah uji kekerasan, uji komposisi, pengamatan metalografi dan uji SCC. Dari hasil penelitian menunjukan perubahan struktur mikro pada setiap temperatur dan waktu tahan yang membuat material menjadi lunak. Kenaikan setiap temperatur paduan coran Cu-28%Zn pada larutan pH4 yang bersifat asam lebih terkorosi dibandingkan dengan larutan pH10 yang bersifat basa. Peningkatan sifat mekanik pada perlakuan panas Cu-28%Zn malkin rendah temperatur akan mudah terkorosi.

Item Type: Thesis (S1)
Contributors:
ContributionContributorsNIP/NIM
Thesis advisorSuryana, SuryanaUNSPECIFIED
Thesis advisorPramono, AgusUNSPECIFIED
Subjects: T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy
Divisions: 03-Fakultas Teknik > 27201-Jurusan Teknik Metalurgi
Depositing User: SISWA MAGANG FT
Date Deposited: 26 Sep 2025 07:47
Last Modified: 26 Sep 2025 07:47
URI: http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/54963

Actions (login required)

View Item View Item