Search for collections on EPrints Repository UNTIRTA

ANALISA PENGARUH TEMPERATUR TUANG DAN WAKTU PENYEMPROTAN ANGIN TERHADAP CACAT PADA HASIL PENGECORAN ALUMUNIUM AC4B

Musytaqo, Manal (2010) ANALISA PENGARUH TEMPERATUR TUANG DAN WAKTU PENYEMPROTAN ANGIN TERHADAP CACAT PADA HASIL PENGECORAN ALUMUNIUM AC4B. S1 thesis, Fakultas teknik universitas sultan ageng tirtayasa.

[img] Text (fulltext)
Manal musytaqo .pdf
Restricted to Registered users only

Download (6MB)

Abstract

Paduan AC4B adalah material alumunium yang dipadukan dengan 7-10% Si dan 2-4% Cu. Paduan ini banyak digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan cylinder head motor. Cylinder head dibuat dengan metode Low Pressure Die Casting (LPDC). Walaupun metode pengecoran ini sudah modern tetapi masih sering terjadi cacat pada produknya. Cacat yang terjadi dalam proses pengecoran alumunium adalah porositas, shrinkage (penyusutan) dan misrun. Cacat tersebut menurunkan kualitas coran dan berdampak pada penambahan biaya produksi perusahan. Cara yang murah dan mudah dalam menangani masalah cacat-cacat tersebut adalah menyiapkan kondisi lingkungan pengecoran yang ideal yaitu dengan mengoptimalkan pengaturan temperatur tuang dan waktu pendingin. Pengujian yang dilakukan antara lain pengujian porositas, pengujian spektrometer, pengujian kekerasan metode Rockwell B, pengujian metalografi dan pengujian leak test. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin tinggi temperatur tuang alumunium semakin tinggi pula fraksi volume porositas. Fraksi volume porositas terbesar didapatkan pada sampel yang tidak mendapatkan perlakuan GBF (800°C) dengan nilai 8,5%. Fraksi volume porositas terkecil didapatkan pada sampel bertemperatur 690°C dengan nilai 3,5%. Semakin lama penyemprotan angin pada LPDC meningkatkan cacat shrinkage dan menurunkan misrun pada produk coran. Semakin tinggi temperatur penuangan pada LPDC meningkatkan cacat shrinkage. Persentase cacat shrinkage terbesar didapatkan pada sampel dengan bertemperatur tuang 710 °C dengan nilai 30,56% dan persentase cacat shrinkage terkecil didapatkan pada sampel bertemperatur tuang 690 °C dengan nilai 13,89%. Persentase cacat misrun terbesar didapatkan pada sampel bertemperatur tuang 730 °C dengan nilai 31% sedangkan persentase cacat misrun terkecil didapatkan pada sampel bertemperatur tuang 690, 710 °C dengan nilai 25 %. Dengan semakin tinggi temperatur penuangan dan semakin lama waktu penyemprotan angin membuat DAS (Dendrite Arm Space) yang dihasilkan semakin kecil. Pada sampel dengan temperatur tuang 690°C dan waktu pendinginan 30 detik terjadi anomali karena waktu solidifikasi lebih lama. DAS terkecil didapatkan pada sampel dengan penyemprotan angin 30 detik dan temperatur tuang 710 °C dengan panjang 12,96 µm. DAS terbesar didapatkan pada sampel dengan penyemprotan angin 20 detik dan temperatur tuang 730 °C dengan panjang 15,04 µm.

Item Type: Thesis (S1)
Contributors:
ContributionContributorsNIP/NIM
Thesis advisorAli Alhamidi, A132 230 571
Thesis advisorMuriani Zulaida, Yeni132 310 193
Uncontrolled Keywords: Cylinder head, Low Pressure Die casting (LPDC), DAS (Dendrite Arm Space), porositas, shrinkage, misrun, temperatur tuang dan waktu penyemprotan angin.
Subjects: T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy
Divisions: 03-Fakultas Teknik > 27201-Jurusan Teknik Metalurgi
Depositing User: SISWA MAGANG FT
Date Deposited: 25 Sep 2025 04:48
Last Modified: 25 Sep 2025 04:48
URI: http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/54952

Actions (login required)

View Item View Item