Search for collections on EPrints Repository UNTIRTA

ANALISIS PEMASARAN BAWANG MERAH (Allium cepa var. aggregatum L.) DI DESA TONJONG KECAMATAN KRAMATWATU KABUPATEN SERANG

FITRI, ANDINI DESTIANA (2025) ANALISIS PEMASARAN BAWANG MERAH (Allium cepa var. aggregatum L.) DI DESA TONJONG KECAMATAN KRAMATWATU KABUPATEN SERANG. S1 thesis, UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA.

[img] Text
Andini Destiana Fitri_4441210143_Fulltext.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
[img] Text
Andini Destiana Fitri_4441210143_02.pdf
Restricted to Registered users only

Download (498kB) | Request a copy
[img] Text
Andini Destiana Fitri_4441210143_03.pdf
Restricted to Registered users only

Download (335kB) | Request a copy
[img] Text
Andini Destiana Fitri_4441210143_04.pdf
Restricted to Registered users only

Download (531kB) | Request a copy
[img] Text
Andini Destiana Fitri_4441210143_05.pdf
Restricted to Registered users only

Download (288kB) | Request a copy
[img] Text
Andini Destiana Fitri_4441210143_Lamp.pdf
Restricted to Registered users only

Download (891kB) | Request a copy
[img] Text
Andini Destiana Fitri_4441210143_Ref.pdf
Restricted to Registered users only

Download (253kB) | Request a copy
[img] Text
Andini Destiana Fitri_4441210143_01.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Tonjong Village in Kramatwatu Subdistrict is known for its shallot farming, contributing to the livelihood of farmers and traders. The extended marketing channels increase the price of shallot which frequently come with uneven profit distribution amongst the institutions. This study aims for the most efficient marketing channel for shallot using a survey method, purposive location selection, and simple random sampling as well as snowball sampling for 52 farmers and 13 marketing institutions, respectively. This study identified four marketing channels: I (producers – consumers), II (producers – retailers), III (producers – intermediary traders – wholesalers – retailers – consumers), and IV (producers – intermediary traders – wholesalers – consumers) analyzing functions, margins, efficiency index, and monopoly index for each. The study shows that channel I is the most economically efficient channel with a margin of Rp 0-,/kg and an economic efficiency index of 45,7. While channel IV is the most technically efficient channel with a technical efficiency index of 86,4. This study also concludes that wholesalers are the most dominant marketing institution with the most marketing function performed, with a monopoly index of 16,8 and a 7/8 marketing function performed.

Item Type: Thesis (S1)
Contributors:
ContributionContributorsNIP/NIM
Thesis advisorSARIYOGA, SETIAWAN197502062005011003
Thesis advisorWIBOWO, ARIS SUPRIYO19630727 2006041001
Additional Information: Bawang merah adalah salah satu tanaman holtikultura unggulan yang telah lama dibudidayakan secara masif di Indonesia. Namun, harga bawang merah cenderung fluktuatif di tingkat konsumen dan cenderung stabil di tingkat produsen. Hal ini menyebabkan proporsi harga di tingkat produsen cenderung rendah dan distribusi keuntungan dalam saluran pemasaran tidak merata. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengidentifikasi pola saluran pemasaran bawang merah di Desa Tonjong, 2) Mengidentifikasi fungsi pemasaran yang dijalankan oleh lembaga yang terlibat dalam pemasaran bawang merah di Desa Tonjong, 3) Menganalisis margin pemasaran, 4) Menganalisis tingkat efisiensi pemasaran dan 5) Menganalisis Indeks Monopoli lembaga pemasarannya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang menggunakan metode survei dengan pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive). Sampel diperoleh dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling dan Snowball Sampling. Jumlah sampel yang diambil adalah 65 orang responden yang terdiri dari 52 orang petani dan 13 orang lembaga pemasaran. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara. Sedangkan data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kramatwatu dan sumber lain yang relevan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat saluran pemasaran bawang merah di Desa Tonjong. Saluran pertama terdiri dari petani dan konsumen akhir. Saluran kedua terdiri dari petani, pedagang pengecer, dan konsumen akhir. Saluran ketiga terdiri dari petani, pedagang pengumpul, pedagang besar, pedagang pengecer dan konsumen akhir. Sedangkan saluran keempat terdiri dari petani, pedagang pengumpul, pedagang besar, dan konsumen akhir. Fungsi pemasaran yang dijalankan oleh lembaga dalam saluran pemasaran bawang merah di Desa Tonjong terdiri dari fungsi pertukaran (penjualan dan pembelian), fungsi fisik (pengangkutan dan penyimpanan) dan fungsi fasilitasi (sortasi, penanggungan risiko, pembiayaan, dan informasi pasar). Perbedaan yang telihat adalah petani tidak melakukan fungsi pembelian pada semua saluran pemasaran, tidak melakukan fungsi fisik (pengangkutan dan penyimpanan) pada saluran pemasaran II, III, dan IV serta tidak melakukan fungsi informasi pasar pada saluran pemasaran III dan IV. Selanjutnya, pedagang pengumpul tidak melakukan fungsi penyimpanan dan sortasi pada kedua saluran yang melibatkannya, yaitu saluran III dan IV. Lalu, pedagang besar tidak melakukan fungsi pengangkutan di kedua saluran yang melibatkannya, yaitu saluran III dan IV. Sementara itu, pedagang pengecer tidak melakukan fungsi pengangkutan pada saluran III dan tidak melakukan fungsi penyimpanan pada kedua saluran yang melibatkannya yaitu saluran II dan III. Margin yang diperoleh masing-masing saluran adalah: 1) Saluran I = Rp 0-,/kg; 2) Saluran II = Rp 12.000/kg; 3) Saluran III = Rp 20.200/kg dan 4) Saluran IV = Rp 17.200/kg. Indeks Efisiensi Teknis yang diperoleh masing-masing saluran adalah: 1) Saluran I = 128,6; 2) Saluran II = 94,3; 3) Saluran III = 111; dan 4) Saluran IV = 86,4. Indeks Efisiensi Ekonomis yang diperoleh masing-masing saluran adalah: 1) Saluran I = 45,7; 2) Saluran II = 26,3; 3) Saluran III = 22,6; dan 4) Saluran IV = 27,9. Indeks Monopoli yang diperoleh masing-masing lembaga pemasaran adalah: 1) Pedagang pengumpul = 6,7; 2) Pedagang besar = 16,8; dan 3) Pedagang pengecer = 10.
Uncontrolled Keywords: Margin, Marketing Efficiency, Monopoly Index, Shallot, Tonjong Village
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: 04-Fakultas Pertanian
04-Fakultas Pertanian > 54201-Program Studi Agribisnis
Depositing User: Andini Destiana Fitri
Date Deposited: 12 Sep 2025 03:10
Last Modified: 12 Sep 2025 03:10
URI: http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/54439

Actions (login required)

View Item View Item