Ningrum, Galuh (2025) PERAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA PIMPINAN DAN STAF UNTUK MENCEGAH TERJADINYA MISKOORDINASI (Studi Kasus Pada Bagian Umum dan Kepegawaian Sekretariat DPRD Provinsi Banten). S1 thesis, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
|
Text
Galuh Ningrum_6662210126_Fulltext.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Text
Galuh Ningrum_6662210126_CP.pdf Restricted to Registered users only Download (57kB) |
|
|
Text
Galuh Ningrum_6662210126_02.pdf Restricted to Registered users only Download (503kB) |
|
|
Text
Galuh Ningrum_6662210126_03.pdf Restricted to Registered users only Download (351kB) |
|
|
Text
Galuh Ningrum_6662210126_04.pdf Restricted to Registered users only Download (505kB) |
|
|
Text
Galuh Ningrum_6662210126_05.pdf Restricted to Registered users only Download (170kB) |
|
|
Text
Galuh Ningrum_6662210126_Ref.pdf Restricted to Registered users only Download (386kB) |
|
|
Text
Galuh Ningrum_6662210126_Lamp.pdf Restricted to Registered users only Download (910kB) |
|
|
Text
Galuh Ningrum_6662210126_01.pdf Restricted to Registered users only Download (997kB) |
Abstract
This study aims to determine the role of interpersonal communication between leaders and staff in preventing miscoordination in the General ffairs and Personnel Division of the Regional House of Representatives (DPRD) Secretariat of Banten Province. The focus pf this research covers three aspects: how the interaction between leaders and staff occurs how interpersonal communication takes place within the work environment, and what solutions are implemented to prevent miscoordination. This research uses a qualitative approach with a case study method. Data were obtained through interviews with five research informants and one triangulation informant. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that intensive interaction between leaders and staff is carried out through direct communication, both formally and informally. The forms of interpersonal communication that occur after shared experiences are open, flexible, and humanistic, creating a comfortable and familial atmosphere in the workplace. To prevent miscoordination, various solutions are applied, such as regular coordination meetings, direct communication when important and urgent matters arise, and reciprocal communication. This study applies Relational Dialectics Theoryy, which views the interaction between leaders and staff as a process of exchanging mutually beneficial values, such as information, emotional support, and instructions. Social relationships in a work environment built on mutual respect and openness serve as a key factor in preventing miscoordination.
| Item Type: | Thesis (S1) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
||||||
| Additional Information: | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran komunikasi interpersonal antara pimpinan dan staf untuk mencegah terjadinya miskoordinasi pada Bagian Umum dan Kepegawaian Sekretariat DPRD Provinsi Banten. fokus penelitian ini mencakup tiga hal yaitu, komunikasi interpersonal antara pimpinan dan staf dapat berperan untuk mencegah terjadinya miskoordinasi, bentuk interaksi antara pimpinan dan staf dalam melakukan komunikasi interpersonal di lingkungan kerja, solusi yang dilakukan untuk mencegah terjadinya miskoordinasi. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data didapatkan melakui proses wawancara dengan lima informan penelitian dan satu informan triangulasi. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi yang intens dilakukan piminan dan staf melalui komunikasi secara langsung baik secara formal atau informal. Bentuk komunikasi interpersonal yang terjalin setelah terdapat ada pengalaman yang terjadi, bersifat terbuka, fleksibel, dan humanis. Sehingga dapat menciptakan suasana nyaman dan kekeluargaan di lingkungan kerja. Untuk mencegah miskoordinasi solusi yang dilakukan beragam, seperti rapat diskusi rutin, komunikasi dilakukan secara lagsung saat ada hal yang penting dan mendesak, dan komunikasi yang dilakukan memiliki timbal balik. Pada penelitian ini menggunakan teori dialektika relasional sehingga dapat melihat interaksi yang terjalin antara pimpinan dan staf merupakan proses pertukaran nilai yang saling menguntungkan, dalam bentuk yang berupa seperti informasi, dukungan emosional, dan instruksi. Hubungan sosial di lingkungan pekerjaan yang saling menghargai dan terbuka menjadi kunci penting dalam mencegah terjadinya miskoordinasi. | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Interpersonal Communication, Leaders, staff, Miscoordination, Relational Dialectics Theory Komunikasi Interpersonal, pimpinan, staf, miskoordinasi, Teori Dialektika Relasional | ||||||
| Subjects: | Communication > Communication (General) | ||||||
| Divisions: | 06-Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > 70201-Program Studi Ilmu Komunikasi 06-Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |
||||||
| Depositing User: | Mrs Galuh Ningrum | ||||||
| Date Deposited: | 11 Sep 2025 04:36 | ||||||
| Last Modified: | 11 Sep 2025 04:36 | ||||||
| URI: | http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/54244 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
