Search for collections on EPrints Repository UNTIRTA

TINJAUAN KRIMINOLOGI TERHADAP KORBAN GASLIGHTING YANG MENJADI PELAKU TINDAK PIDANA

Dayita, Salsabila (2024) TINJAUAN KRIMINOLOGI TERHADAP KORBAN GASLIGHTING YANG MENJADI PELAKU TINDAK PIDANA. S1 thesis, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

[img] Text
SALSABILA DAYITA_1111170207_FULL TEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text
SALSABILA DAYITA_1111170207_01.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
SALSABILA DAYITA_1111170207_02.pdf
Restricted to Registered users only

Download (738kB)
[img] Text
SALSABILA DAYITA_1111170207_03.pdf
Restricted to Registered users only

Download (567kB)
[img] Text
SALSABILA DAYITA_1111170207_04.pdf
Restricted to Registered users only

Download (830kB)
[img] Text
SALSABILA DAYITA_1111170207_05.pdf
Restricted to Registered users only

Download (204kB)
[img] Text
SALSABILA DAYITA_1111170207_REFF.pdf
Restricted to Registered users only

Download (573kB)
[img] Text
SALSABILA DAYITA_1111170207_LAMP.pdf
Restricted to Registered users only

Download (706kB)

Abstract

Gaslighting is a form of communication manipulation by one party that feels dominant over another party considered weaker. Gaslighting is also a form of psychological abuse, which can disturb the mental state of the person receiving the gaslighting actions. This can also be a triggering factor for the emergence of malicious intent to seek revenge for the emotional pain experienced, by committing actions that violate the law. The research problems identified are: first, what is the criminological perspective on gaslighting victims who later become perpetrators of criminal acts; second, how is the criminal punishment for gaslighting victims who become perpetrators of criminal acts. The theories used in this research are Psychogenesis Theory and Criminal Liability Theory. The method used is Normative Juridical. The research specification used is the Case Approach. The data collection technique used is literature study. The research results show that deviations or disorders experienced by individuals are not always considered as diseases. The mental state and disturbed psychological condition of a person greatly influence the emergence of motives to commit crimes. Dwi Feriyanto, Wahyu, and Suhendi, as three perpetrators in three different cases but with similar motives, were found guilty of the criminal acts they committed. The three defendants were deemed competent or capable of being held accountable for their unlawful actions, as there was no indication of cognitive impairment or psychotic symptoms before they committed the illegal actions. The determination and support to ascertain whether their mental health and psychological condition are disturbed or not is very important to ensure that the defendants are indeed capable of being held accountable for the crimes they have committed, and do not meet the criteria for exoneration from criminal responsibility.

Item Type: Thesis (S1)
Contributors:
ContributionContributorsNIP/NIM
Thesis advisorIrawan, Benny196010251989091001
Thesis advisorFajar Al-Arif Fitriana, M. Noor198207312006041003
Additional Information: Gaslighting merupakan bentuk manipulasi komunikasi oleh satu pihak yang merasa dominan terhadap pihak lain yang dianggap lebih lemah. Gaslighting juga merupakan bentuk pelecehan psikologis, yang mana dapat mengganggu keadaan psikis yang menerima tindakan gaslighting. Hal ini juga dapat menjadi faktor pemicu munculnya niat jahat untuk membalaskan dendam seseorang atas rasa sakit hati yang dialami, dengan melakukan tindakan yang melanggar hukum. Identifikasi masalah pada penelitian ini, pertama adalah bagaimana perspektif kriminologi terhadap korban gaslighting yang kemudian menjadi pelaku tindak pidana, kedua bagaimana pemidanaan terhadap korban gaslighting yang menjadi pelaku tindak pidana. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah Teori Psikogenesis dan Teori Pertanggungjawaban Pidana. Metode yang digunakan adalah Yuridis Normatif. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah Pendekatan Kasus atau case approach. Teknik pengumpulan data menggunakan studi Pustaka. Hasil penelitian bahwa tidak selalu penyimpangan atau kelainan yang dialami oleh seseorang dapat dianggap sebagai penyakit. Keadaan dan kondisi psikis seseorang yang terganggu tentu sangat berpengaruh terhadap munculnya motif untuk melakukan kejahatan. Dwi Feriyanto, Wahyu, dan Suhendi selaku tiga pelaku dalam tiga kasus berbeda namun dengan motif serupa, dinyatakan terbukti bersalah atas tindak pidana yang telah dilakukan. Ketiga terdakwa dianggap kompeten atau mampu untuk bertanggungjawab atas tindakan melanggar hukum yang telah dilakukan, karena tidak adanya indikasi memiliki gangguan kognitif atau gejaka psikotik sebelum mereka melakukan tindakan melanggar hukum tersebut. Penentuan dan pendampingan untuk mengetahui apakah kondisi Kesehatan jiwa dan psikisnya terganggu atau tidak sangat penting untuk diketahui untuk memastikan bahwa para terdakwa memang mampu bertanggungjawab atas tindak pidana yang telah dilakukan, dan tidak memenuhi unsur penghapusan pertanggungjawaban pidana tersebut.
Uncontrolled Keywords: gaslighting, criminal responsibility, psychology criminal Gaslighting, Pertanggungjawaban Pidana, Psikologi Kriminal
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: 01-Fakultas Hukum
01-Fakultas Hukum > 74201-Program Studi Ilmu Hukum
Depositing User: Ms Salsabila Dayita
Date Deposited: 16 Jul 2024 16:15
Last Modified: 16 Jul 2024 16:15
URI: http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/38237

Actions (login required)

View Item View Item