Search for collections on EPrints Repository UNTIRTA

EFEKTIVITAS UMPAN PADA PENANGKAPAN KEPITING BAKAU (Scylla serrata) DENGAN BUBU LIPAT DI PERAIRAN TAMBAK DESA TENGKURAK KABUPATEN SERANG PROVINSI BANTEN

Ubaidillah, Yunus (2015) EFEKTIVITAS UMPAN PADA PENANGKAPAN KEPITING BAKAU (Scylla serrata) DENGAN BUBU LIPAT DI PERAIRAN TAMBAK DESA TENGKURAK KABUPATEN SERANG PROVINSI BANTEN. S1 thesis, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

[img] Text
EFEKTIVITAS UMPAN PADA PENANGKAPAN KEPITING BAKAU (Scylla serrata) DENGAN BUBU LIPAT DI PERAIRAN .pdf - Published Version
Restricted to Registered users only until 2015.

Download (2MB)

Abstract

Mud crab (Scylla serrata) is one of the fishery resources that live in coastal waters, especially in mangrove forests. The mud crab fishing usually performed using traps or pots. The aim of this study is to determining the type of effective bait for catching mud crabs in mangrove waters, Tengkurak Village. This research was conducted using head of chicken, skin cow and ponyfish as bait with weights bait traps each 50 g. The data were analyzed using a completely randomized design. The results showed that different type of bait have significant effect to the weight of mud crabs. The results also suggest that different type of baits not have significant effect to the of crabs. The best effective bait is ponyfish with the total catch is 16 crabs. Keyword: Scylla serrata, bait, collapsible trap, mud crabs

Item Type: Thesis (S1)
Contributors:
ContributionContributorsNIP/NIM
Thesis advisorSusanto, Adi198309202010121004
Thesis advisorHermawan, Dodi197803032010121001
Additional Information: Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu sumberdaya perikanan yang hidup di perairan pantai, khususnya di hutan-hutan bakau (mangrove) dan mempunyai nilai ekonomis penting. Kepiting bakau disebut juga kepiting lumpur karena habitatnya di hutan-hutan bakau dan sering membenamkan diri ke dalam lumpur. Kepiting bakau merupakan komoditi perikanan yang dapat dijumpai di seluruh pantai Indonesia. Penangkapan kepiting biasanya dilakukan menggunakan alat tangkap bubu atau perangkap. Bubu atau perangkap adalah alat penangkapan ikan yang berupa jebakan atau penghadang yang bersifat pasif dan umumnya dioperasikan dengan menggunakan umpan untuk memikat kepiting agar mendekati dan masuk ke dalam alat tangkap. Bubu lipat dioperasikan secara temporer, semi permanen maupun menetap (tetap), dipasang (ditanam) di dasar laut, diapungkan atau dihanyutkan. Penelitian ini bertujuan dapat membantu nelayan dalam menentukan jenis umpan yang efektif untuk penangkapan kepiting bakau di perairan tambak Desa Tengkurak. Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan April 2014 di tambak Tengkurak yang terletak di Desa Tengkurak Kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang Provinsi Banten, sedangkan pengolahan data dilaksanakan di Laboratorium Budidaya Perairan Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah ujicoba penangkapan dengan menggunakan satu perlakuan dan tiga taraf, yaitu penggunaan umpan kepala ayam, kulit sapi dan ikan pepetek (Ponyfish) yang dilakukan selama 30 hari. Data yang dikumpulkan yaitu jumlah dan bobot kepiting bakau yang masuk ke dalam bubu dengan umpan berbeda. Hasil penelitian didapatkan 35 ekor kepiting bakau dengan rincian 18 ekor betina dan 17 ekor jantan. Umpan ikan pepetek menghasilkan jumlah kepiting paling banyak yaitu 16 ekor sedangkan umpan kepala ayam hanya mendapatkan enam ekor kepiting. Jenis umpan yang digunakan tidak berpengaruh nyata terhadap kepiting bakau yang masuk pada bubu lipat. Hal ini terlihat dari hasil uji sidik ragam yang menunjukkan (F hitung < F tabel) yang berati bahwa penggunaan umpan yang berbeda tidak berpengaruh terhadap jumlah masuknya kepiting bakau. Hasil uji sidik ragam pada jenis umpan menunjukkan bahwa penggunaan umpan yang berbeda berpengaruh nyata terhadap bobot kepiting yang masuk ke dalam bubu (F hitung > F tabel). Bobot kepiting bakau paling tinggi terdapat pada umpan ikan pepetek. Berdasarkan hasil uji BNT didapatkan hasil bahwa umpan kulit sapi berbeda nyata dengan umpan kepala ayam dan ikan pepetek, sedangkan umpan kepala ayam berbeda nyata dengan ikan pepetek.
Uncontrolled Keywords: Keyword: Scylla serrata, bait, collapsible trap, mud crabs Kata kunci : Scylla serrata, bubu lipat, kepiting bakau, umpan
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions: 04-Fakultas Pertanian
04-Fakultas Pertanian > 54244-Program Studi Ilmu Perikanan
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 08 Apr 2022 14:18
Last Modified: 08 Apr 2022 14:18
URI: http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/11750

Actions (login required)

View Item View Item