%0 Thesis %9 S1 %A Hanifa, Villya Ayu %A UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA, %A FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, %A JURUSAN ILMU PEMERINTAHAN, %B ILMU PEMERINTAHAN %D 2026 %F eprintuntirta:60376 %I UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA %K Women's roles, Disaster Resilient Villages, flood mitigation Peran perempuan, Desa Tangguh Bencana, penanggulangan banjir %P 152 %T PERAN PEREMPUAN DALAM PROGRAM DESA TANGGUH BENCANA (DESTANA) DI DESA PASIR NANGKA KABUPATEN TANGERANG %U https://eprints.untirta.ac.id/60376/ %X This study examines the role of women in the Disaster Resilient Village Program (Destana) in Pasir Nangka Village, Tangerang Regency, a flood-prone area due to the overflowing Cimanceuri River and heavy rainfall. The almost annual flooding demands active community involvement in disaster risk reduction efforts, including women's groups. This study uses a qualitative approach with a case study method, through interviews, observation, and documentation with Destana members, village officials, the Regional Disaster Management Agency (BPBD), and affected communities. The analytical framework uses Cynthia Enloe's theory of women's roles in development, which emphasizes women's involvement in the domestic and public sectors, equal access to resources, and gender-based structural barriers. The results show that women in Pasir Nangka Village, the majority of whom are members of the Family Welfare Movement (PKK), play an active role in various stages of disaster management, from mitigation and preparedness to emergency response and post-disaster. Women are involved in disaster outreach activities, evacuation simulations, public kitchen management, logistics distribution, and mentoring vulnerable groups. However, obstacles remain in the form of limited women's roles in strategic decision-making and limited institutional support. This research confirms that women are not only victims of disasters, but also important actors in building the resilience of rural communities. Women's roles, Disaster Resilient Villages, flood mitigation %Z Penelitian ini mengkaji Peran perempuan dalam Program Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Pasir Nangka, Kabupaten Tangerang, yang merupakan wilayah rawan banjir akibat luapan Sungai Cimanceuri dan curah hujan tinggi. Bencana banjir yang terjadi setiap tahun menuntut adanya keterlibatan aktif masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana, termasuk kelompok perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap anggota Destana, perangkat desa, BPBD, serta masyarakat terdampak. Kerangka analisis menggunakan teori peran perempuan dalam pembangunan dari Cynthia Enloe yang menekankan keterlibatan perempuan dalam sektor domestik dan publik, kesetaraan akses terhadap sumber daya, serta hambatan struktural berbasis gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan di Desa Pasir Nangka, yang mayoritas berasal dari kelompok PKK, berperan aktif dalam berbagai tahapan penanggulangan bencana, mulai dari mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat hingga pascabencana. Perempuan terlibat dalam kegiatan sosialisasi kebencanaan, simulasi evakuasi, pengelolaan dapur umum, distribusi logistik, dan pendampingan kelompok rentan. Meskipun demikian, masih terdapat kendala berupa keterbatasan peran perempuan dalam pengambilan keputusan strategis dan keterbatasan dukungan kelembagaan. Penelitian ini menegaskan bahwa perempuan bukan hanya sebagai korban bencana, melainkan sebagai aktor penting dalam membangun ketangguhan masyarakat desa. Peran perempuan, Desa Tangguh Bencana, penanggulangan banjir