%0 Thesis %9 S1 %A Arya Nurhady, Syahrul %A UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA, %A FAKULTAS TEKNIK, %A JURUSAN TEKNIK SIPIL, %B Teknik Sipil %D 2025 %F eprintuntirta:60052 %I Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa %K Aspal Beton, LDPE, stabilitas, Marshall Test, Limbah Plastik %P 83 %T PENGARUH PENAMBAHAN PLASTIK LOW DENSITY POLYETHYLENE (LDPE) TERHADAP CAMPURAN ASPAL BETON (AC-WC) %U https://eprints.untirta.ac.id/60052/ %X Pemanfaatan limbah plastik Low Density Polyethylene (LDPE) sebagai bahan tambahan dalam campuran aspal memiliki potensi untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan. Cara ini tidak hanya untuk mengurangi akumulasi limbah plastik di lingkungan, tetapi juga berpotensi meningkatkan karakteristik mekanis seperti stabilitas marshall, ketahanan terhadap rutting, kekuatan ikat, ketahanan retak, dan modulus kekakuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan limbah plastik Low Density Polyethylene (LDPE) terhadap karakteristik campuran aspal beton Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC). Metode penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium menggunakan aspalpenetrasi 60/70 dengan variasi kadar LDPE sebesar 0%, 2%, 4%, dan 6%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan LDPE memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan nilai stabilitas campuran aspal. Nilai stabilitas tertinggi diperoleh pada kadar LDPE 6% dengan kadar aspal 6%, yang menunjukkan peningkatan kekuatan terhadap deformasi plastis dan beban lalu lintas. Sementara itu, nilai flow dan VFA cenderung menurun seiring dengan bertambahnya kadar LDPE, yang menunjukkan bahwa campuran menjadi lebih kaku dan memiliki rongga udara lebih besar. Secara keseluruhan, penggunaan LDPE dalam campuran AC-WC mampu meningkatkan kualitas mekanis aspal, memperbaiki ketahanan terhadap deformasi, serta mendukung upaya pengelolaan limbah plastik yang berkelanjutan. %Z penelitian ini diharapkan dapat mengetahui pengaruh limbah plastik Low Density Polyethylene (LDPE) dengan aspal penetrasi 60/70 terhadap campuran aspal beton (AC-WC) dengan mengacu pada parameter uji Marshall, yang meliputi stabilitas, flow, dan kepadatan campuran. Sehingga penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai sinergi antara upaya pengelolaan limbah plastik dan pengembangan material konstruksi yang berkelanjutan, serta membuka jalan bagi inovasi dalam teknik rekayasa jalan yang lebih baik.