<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS PENGARUH WAKTU PENAHANAN CRYOGENIC &#13;
TREATMENT DAN TEMPERATUR TEMPERING &#13;
TERHADAP SIFAT MEKANIK BAJA AISI D2</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Evana Cintya Hasanatul</mods:namePart><mods:namePart type="family">Fi’al</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Cold work tool steels merupakan baja perkakas yang digunakan sebagai dies &#13;
karena memiliki kombinasi sifat mekanik berupa kekerasan, ketahanan aus, dan &#13;
ketangguhan yang baik. Salah satu aplikasinya adalah trimming dies, yaitu alat &#13;
untuk memotong sisa material setelah proses forging, casting, atau sheet metal &#13;
forming. Namun, trimming dies umumnya memiliki umur pakai yang relatif pendek &#13;
(short life), sehingga diperlukan pengembangan material dan proses perlakuan &#13;
panas untuk meningkatkan umur pakainya (long life). Salah satu material yang &#13;
berpotensi digunakan adalah baja AISI D2, karena memiliki kekerasan dan &#13;
ketahanan aus tinggi serta ketangguhan sedang. Upaya peningkatan sifat mekanik &#13;
dapat dilakukan melalui conventional heat treatment (CHT) dan cryogenic &#13;
treatment guna memaksimalkan transformasi martensite. Penelitian ini bertujuan &#13;
untuk menganalisis pengaruh variasi holding time cryogenic treatment dan &#13;
temperatur tempering terhadap sifat mekanik baja AISI D2. Proses perlakuan panas &#13;
diawali dengan austenitizing pada suhu 950 °C selama 45 menit, dilanjutkan &#13;
quenching menggunakan gas N₂ dengan tekanan 2,5 bar. Selanjutnya dilakukan &#13;
cryogenic treatment pada suhu −70 °C dengan variasi holding time selama 20, 40, &#13;
dan 60 menit, kemudian tempering dengan variasi temperatur 320, 420, dan 520 °C &#13;
selama 30 menit. Pengujian yang dilakukan meliputi metalografi, kekerasan, impak, &#13;
dan keausan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur mikro yang terbentuk &#13;
berupa plate tempered martensite yang disertai alloy carbides. Peningkatan holding &#13;
time cryogenic treatment dan temperatur tempering menghasilkan jumlah plate &#13;
tempered martensite yang lebih banyak serta memicu presipitasi alloy carbides &#13;
selama proses tempering. Selain itu, peningkatan temperatur tempering juga &#13;
meningkatkan stabilitas struktur plate tempered martensite dan alloy carbides. &#13;
Variasi holding time cryogenic treatment dan temperatur tempering memberikan &#13;
pengaruh signifikan terhadap kombinasi sifat mekanik baja AISI D2. Dengan &#13;
demikian, kondisi perlakuan panas yang optimal dapat ditentukan untuk &#13;
meningkatkan performa trimming dies sehingga memiliki umur pakai yang lebih &#13;
panjang.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">TN Mining engineering. Metallurgy</mods:classification><mods:classification authority="lcc">TS Manufactures</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-01-13</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa;Teknik Metalurgi</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>