@phdthesis{eprintuntirta59761, title = {ANALISIS PENGARUH WAKTU PENAHANAN CRYOGENIC TREATMENT DAN TEMPERATUR TEMPERING TERHADAP SIFAT MEKANIK BAJA AISI D2}, month = {January}, author = {Evana Cintya Hasanatul Fi?al}, year = {2026}, school = {Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa}, note = {Cold work tool steels merupakan baja perkakas yang digunakan sebagai dies karena memiliki kombinasi sifat mekanik berupa kekerasan, ketahanan aus, dan ketangguhan yang baik. Salah satu aplikasinya adalah trimming dies, yaitu alat untuk memotong sisa material setelah proses forging, casting, atau sheet metal forming. Namun, trimming dies umumnya memiliki umur pakai yang relatif pendek (short life), sehingga diperlukan pengembangan material dan proses perlakuan panas untuk meningkatkan umur pakainya (long life). Salah satu material yang berpotensi digunakan adalah baja AISI D2, karena memiliki kekerasan dan ketahanan aus tinggi serta ketangguhan sedang. Upaya peningkatan sifat mekanik dapat dilakukan melalui conventional heat treatment (CHT) dan cryogenic treatment guna memaksimalkan transformasi martensite. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi holding time cryogenic treatment dan temperatur tempering terhadap sifat mekanik baja AISI D2. Proses perlakuan panas diawali dengan austenitizing pada suhu 950 ?C selama 45 menit, dilanjutkan quenching menggunakan gas N{$_2$} dengan tekanan 2,5 bar. Selanjutnya dilakukan cryogenic treatment pada suhu ?70 ?C dengan variasi holding time selama 20, 40, dan 60 menit, kemudian tempering dengan variasi temperatur 320, 420, dan 520 ?C selama 30 menit. Pengujian yang dilakukan meliputi metalografi, kekerasan, impak, dan keausan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur mikro yang terbentuk berupa plate tempered martensite yang disertai alloy carbides. Peningkatan holding time cryogenic treatment dan temperatur tempering menghasilkan jumlah plate tempered martensite yang lebih banyak serta memicu presipitasi alloy carbides selama proses tempering. Selain itu, peningkatan temperatur tempering juga meningkatkan stabilitas struktur plate tempered martensite dan alloy carbides. Variasi holding time cryogenic treatment dan temperatur tempering memberikan pengaruh signifikan terhadap kombinasi sifat mekanik baja AISI D2. Dengan demikian, kondisi perlakuan panas yang optimal dapat ditentukan untuk meningkatkan performa trimming dies sehingga memiliki umur pakai yang lebih panjang.}, url = {https://eprints.untirta.ac.id/59761/}, keywords = {cold work tool steels, baja AISI D2, cryogenic treatment, struktur mikro, sifat mekanik.}, abstract = {Cold work tool steels merupakan baja perkakas yang digunakan sebagai dies karena memiliki kombinasi sifat mekanik berupa kekerasan, ketahanan aus, dan ketangguhan yang baik. Salah satu aplikasinya adalah trimming dies, yaitu alat untuk memotong sisa material setelah proses forging, casting, atau sheet metal forming. Namun, trimming dies umumnya memiliki umur pakai yang relatif pendek (short life), sehingga diperlukan pengembangan material dan proses perlakuan panas untuk meningkatkan umur pakainya (long life). Salah satu material yang berpotensi digunakan adalah baja AISI D2, karena memiliki kekerasan dan ketahanan aus tinggi serta ketangguhan sedang. Upaya peningkatan sifat mekanik dapat dilakukan melalui conventional heat treatment (CHT) dan cryogenic treatment guna memaksimalkan transformasi martensite. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi holding time cryogenic treatment dan temperatur tempering terhadap sifat mekanik baja AISI D2. Proses perlakuan panas diawali dengan austenitizing pada suhu 950 ?C selama 45 menit, dilanjutkan quenching menggunakan gas N{$_2$} dengan tekanan 2,5 bar. Selanjutnya dilakukan cryogenic treatment pada suhu ?70 ?C dengan variasi holding time selama 20, 40, dan 60 menit, kemudian tempering dengan variasi temperatur 320, 420, dan 520 ?C selama 30 menit. Pengujian yang dilakukan meliputi metalografi, kekerasan, impak, dan keausan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur mikro yang terbentuk berupa plate tempered martensite yang disertai alloy carbides. Peningkatan holding time cryogenic treatment dan temperatur tempering menghasilkan jumlah plate tempered martensite yang lebih banyak serta memicu presipitasi alloy carbides selama proses tempering. Selain itu, peningkatan temperatur tempering juga meningkatkan stabilitas struktur plate tempered martensite dan alloy carbides. Variasi holding time cryogenic treatment dan temperatur tempering memberikan pengaruh signifikan terhadap kombinasi sifat mekanik baja AISI D2. Dengan demikian, kondisi perlakuan panas yang optimal dapat ditentukan untuk meningkatkan performa trimming dies sehingga memiliki umur pakai yang lebih panjang.} }