%A Muhammad Farraas Nabiil %O Penelitian ini bertujuan untuk mengarakterisasi filter udara berbasis selulosa asetat yang dipasang pada saluran gas buang (exhaust) mesin diesel L40. Evaluasi dilakukan melalui tiga parameter utama: analisis gugus fungsi kimia menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR), stabilitas termal menggunakan Thermogravimetric Analysis (TGA), dan kuantifikasi tingkat kejenuhan filter melalui analisis warna Red, Green, Blue (RGB). Hasil pengujian FTIR menunjukkan adanya perubahan struktur kimia pada filter setelah pemakaian, di mana jumlah gugus fungsi meningkat dari 8 pada sampel awal menjadi 14 pada sampel yang telah terpapar emisi, yang mengindikasikan adanya zat polutan yang terperangkap. Analisis TGA mengungkapkan bahwa filter selulosa stabil pada rentang suhu 30 – 110 °C dan mulai mengalami degradasi termal di atas 110 °C dengan pengurangan massa terbesar terjadi pada suhu 200 °C. Sementara itu, analisis RGB menggunakan perangkat lunak ImageJ menunjukkan penurunan nilai intensitas kecerahan pada saluran intensity (weighted) seiring dengan bertambahnya durasi pemakaian (5, 10, dan 15 menit), yang mencerminkan akumulasi partikulat karbon atau jelaga pada permukaan filter. Penelitian ini menyimpulkan bahwa filter selulosa efektif dalam menjerap polutan namun memiliki batasan operasional pada suhu tinggi. Kata %L eprintuntirta59643 %D 2026 %I Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa %X This study aims to characterize cellulose acetate-based air filters installed in the exhaust system of an L40 diesel engine. The evaluation was conducted through three main parameters: chemical functional group analysis using Fourier Transform Infrared (FTIR), thermal stability using Thermogravimetric Analysis (TGA), and quantification of filter saturation levels through Red, Green, Blue (RGB) color analysis. FTIR results showed changes in the chemical structure of the filter after use, with the number of functional groups increasing from 8 in the initial sample to 14 in the exposed sample, indicating trapped pollutants. TGA analysis revealed that the cellulose filter is stable within the temperature range of 30 – 110 °C and begins to undergo thermal degradation above 110 °C, with the most significant mass reduction occurring at 200 °C. Meanwhile, RGB analysis using ImageJ software demonstrated a decrease in brightness intensity values in the intensity (weighted) channel as the duration of use increased (5, 10, and 15 minutes), reflecting the accumulation of carbon particulates or soot on the filter surface. This study concludes that cellulose filters are effective in capturing pollutants but have operational limitations at high temperatures. Keywords: %T KARAKTERISASI FILTER UDARA BERBASIS SELULOSA PADA EXHAUST KENDARAAN MESIN DIESEL L40