%D 2026 %L eprintuntirta59416 %I Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa %A MUHAMMAD NAUFAL FARRAS MUZADA %T PERBANDINGAN PERANCANGAN STRUKTUR GEDUNG SRPMM MENGGUNAKAN ETABS DAN TEKLA STRUCTURAL DESIGNER %X Advanced technology in civil engineering, particularly in structural design, has resulted in the development of sophisticated software for modeling and analyzing the structural response of buildings. Two examples are ETABS (Extended Three-Dimensional Analysis of Building Systems) and TSD (Tekla Structural Designer). The use of such software minimizes the risk of errors in complex calculations. This study will discuss the comparison of intermediate moment resisting frame (IMRF) design using ETABS and TSD with the aim of determining the differences in seismic force, inter-floor deflections, and structural element designs (floor slabs, beams, and columns) at the design capacity ratio of these elements. The building is modeled as a 10-story office building located in IKN with moderate soil conditions. The building structure design refers to SNI 2847:2019, SNI 1726:2019, and SNI 1727:2020. The results show that ETABS and TSD have similar base seismic force, with the largest difference on the 10th floor being 0,801 kN (0,67%) in both directions. The total inter-story drift (displacement) of TSD is greater in both directions with a difference of 1,534 mm (4,348%) in the X direction and 1,622 mm (3,570%) in the Y direction. In the review of the 10th floor and the largest internal load, ETABS and TSD produced a flexural reinforcement ratio of 0,474 and 0,549, respectively. The design of beam and column elements was reviewed on the 1st floor, with the ETABS and TSD reinforcement ratios being 0,480 and 0,466, respectively. %O Perkembangan teknologi dalam bidang teknik sipil, khususnya dalam perancangan struktur, menghasilkan banyak perangkat lunak canggih dalam memodelkan dan menganalisis respon struktural bangunan. Salah satunya adalah ETABS (Extended Three-Dimensional Analysis of Building Systems) dan TSD (Tekla Structural Designer). Penggunaan perangkat lunak tersebut tentunya meminimalisir risiko kesalahan dalam perhitungan yang rumit. Studi ini akan membahas perbandingan perancangan sistem rangka pemikul momen menengah (SRPMM) menggunakan ETABS dan TSD dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan hasil gaya gempa, simpangan antar lantai, serta desain elemen struktural atas (pelat lantai, balok, dan kolom) pada rasio desain kapasitas elemen tersebut. Gedung dimodelkan dengan fungsi perkantoran 10 lantai berlokasi di IKN dengan kondisi tanah sedang. Perancangan struktur gedung mengacu pada SNI 2847:2019, SNI 1726:2019, dan SNI 1727:2020. Hasil menunjukkan ETABS dan TSD memiliki gaya gempa dasar yang serupa, dengan selisih terbesar pada lantai 10 yaitu 0,801 kN (0,67%) pada kedua arah. Simpangan antar tingkat total (perpindahan) TSD lebih besar pada kedua arah dengan selisih 1,534 mm (4,348%) arah X dan 1,622 mm (3,570%) arah Y. Pada tinjauan lantai 10 dan gaya dalam terbesar, ETABS dan TSD menghasilkan rasio tulangan lentur sebesar 0,474 dan 0,549, perancangan elemen balok dan kolom ditinjau pada lantai 1, dengan hasil rasio tulangan ETABS dan TSD berturut-turut yaitu lentur balok 0,480 dan 0,466, geser balok 0,82 dan 0,78, torsi balok 0,0234 dan 0,0234, lentur kolom 0,0721 dan 0,0737, geser kolom 0,132 dan 0,135. ETABS cenderung lebih konservatif pada desain lentur dan geser balok, sementara TSD lebih konservatif pada desain lentur pelat, lentur dan geser kolom.