@phdthesis{eprintuntirta59296, title = {ANALISIS POTENSI BAHAYA TANAH LONGSOR BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DI KABUPATEN PANDEGLANG}, author = {Ahmad Mirza}, school = {Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa}, year = {2025}, month = {December}, url = {https://eprints.untirta.ac.id/59296/}, abstract = {Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi bencana tanah longsor di Kabupaten Pandeglang, yang rentan terhadap tanah longsor akibat faktor geografis dan hidrometeorologi. Analisis dilakukan menggunakan metode Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan perangkat lunak QGIS dan pendekatan Weighted Linear Combination (WLC) yang dikombinasikan dengan Analytical Hierarchy Process (AHP). Faktor-faktor penyebab longsor, seperti kemiringan lereng, curah hujan, geologi, dan tata guna lahan, dianalisis berdasarkan bobot yang diperoleh dari kuesioner responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan memiliki pengaruh terbesar (47\%), diikuti oleh kemiringan lereng (33\%), geologi (13\%), dan tata guna lahan (8\%). Potensi longsor di Kabupaten Pandeglang didominasi oleh tingkat kerentanan rendah dengan total luasan sebesar 146849,26 Ha kemudian untuk kerentanan rendah dengan total luasan sebesar 131698,59 Ha dan kerentanan tinggi dengan total luasan sebesar 11700,51 Ha. Penelitian ini menyimpulkan bahwa curah hujan tinggi dan kemiringan lereng curam menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko tanah longsor di wilayah tersebut.} }