%I Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa %T PENGARUH PENAMBAHAN MASTER ALLOY AL-CU DAN PERSEN REDUKSI ROLLING TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO ALUMUNIUM ALLOY 2024 %L eprintuntirta59263 %A Helmi Luthfi %X Penelitian ini berjudul “Pengaruh Penambahan Master Alloy Al-Cu dan Persen Reduksi Rolling terhadap Sifat Mekanik dan Struktur Mikro Aluminium Alloy 2024”. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh variasi kadar tembaga (Cu) dan persen reduksi pengerolan dingin terhadap sifat mekanik serta struktur mikro aluminium alloy 2024 dengan perlakuan panas. Material dasar yang digunakan berasal dari skrap velg aluminium (Al-Si) yang dimodifikasi dengan penambahan magnesium (Mg) dan master alloy Al-Cu untuk memenuhi standar Aluminium Alloy 2024. Variabel penelitian meliputi kadar Cu (3,9%, 4,4%, dan 4,9%) serta variasi reduksi pengerolan dingin (10%, 20%, dan 30%). Proses T8 diawali dengan solution heat treatment, diikuti pendinginan cepat (quenching), pengerolan dingin, dan diakhiri dengan artificial aging. Karakterisasi dilakukan melalui uji tarik, uji kekerasan, dan pengamatan struktur mikro menggunakan metalografi. Hasil karakterisasi struktur mikro menunjukkan bahwa peningkatan persen reduksi pengerolan menyebabkan butir mengalami deformasi plastis yang signifikan, ditandai dengan pemanjangan butir searah arah pengerolan (rolling direction). Kehadiran dislokasi yang padat akibat pengerolan dingin berfungsi sebagai situs nukleasi heterogen yang mempercepat difusi atom Cu dan Mg, sehingga memicu pembentukan presipitat fasa yang lebih halus dan terdistribusi secara merata di dalam matriks. Analisis sifat mekanik menunjukkan korelasi positif antara peningkatan kadar Cu dan persen reduksi terhadap nilai kekerasan dan kekuatan tarik (Ultimate Tensile Strength). Kombinasi kadar Cu 4,9% dengan reduksi pengerolan 30% diproyeksikan memberikan penguatan mekanik maksimal melalui mekanisme ganda strain hardening dan precipitation hardening. Temuan ini mengonfirmasi bahwa optimasi parameter pengerolan dapat meningkatkan performa aluminium hasil daur ulang sehingga layak dipertimbangkan sebagai material alternatif untuk komponen struktural pesawat terbang. %D 2026