%I Universitas Sultan Ageng Tirtayasa %L eprintuntirta59174 %T PENGARUH WISATA TERHADAP KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS DI PESISIR PULAU MERAK KECIL KOTA CILEGON %D 2026 %A Farhan Kurniawan Fauzi %X Pulau Merak Kecil Kota Cilegon merupakan kawasan pesisir yang memiliki potensi pengembangan wisata . Aktivitas wisata yang meningkat berpotensi memberikan tekanan terhadap ekosistem pesisir, khususnya komunitas makrozoobentos yang berperan penting sebagai bioindikator kualitas perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman makrozoobentos serta pengaruh aktivitas wisata terhadap struktur komunitas makrozoobentos di perairan Pulau Merak Kecil. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli–Agustus 2025 dengan metode purposive sampling pada empat stasiun pengamatan yang dibedakan berdasarkan tingkat aktivitas wisata. Pengambilan sampel makrozoobentos dilakukan di zona intertidal menggunakan transek kuadrat 1 x 1 m dengan kedalaman pengambilan sedimen hingga 20 cm. Analisis data meliputi kelimpahan, indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’), indeks keseragaman, dan indeks Morisita untuk mengetahui pola sebaran makrozoobentos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 16 jenis makrozoobentos yang didominasi oleh kelas Gastropoda. Kelimpahan dan keanekaragaman makrozoobentos tertinggi terdapat pada stasiun dengan intensitas aktivitas wisata yang lebih rendah, sedangkan stasiun yang berada dekat dengan jalur aktivitas pengunjung menunjukkan nilai kelimpahan dan keanekaragaman yang rendah. Nilai indeks keanekaragaman (H’) berkisar antara kategori sedang hingga rendah, dengan pola sebaran makrozoobentos umumnya mengelompok berdasarkan indeks Morisita. Aktivitas wisata berpengaruh terhadap penurunan kualitas habitat dan struktur komunitas makrozoobentos, terutama akibat gangguan fisik substrat dan intensitas injakan pengunjung. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan wisata yang berkelanjutan untuk menjaga stabilitas ekosistem bentik dan keanekaragaman makrozoobentos di Pulau Merak Kecil.