%0 Thesis %9 S1 %A Oktria, Farhansyar %A Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, %A Fakultas Pertanian, %A Ilmu Perikanan, %B Ilmu Perikanan %D 2026 %F eprintuntirta:59135 %I Universitas Sultan Ageng Tirtayasa %T ANALISIS KESESUAIAN DAN PENGEMBANGAN WISATA BAHARI DI PULAU MERAK KECIL KOTA CILEGON %U https://eprints.untirta.ac.id/59135/ %X Penelitian ini dilakukan karena Pulau Merak Kecil di Kota Cilegon memiliki potensi besar sebagai destinasi ekowisata bahari dengan daya tarik berupa pantai berpasir putih, air laut jernih, serta wahana permainan air seperti perahu, banana boat, donut boat, jet ski, dan kano. Pengembangan wisata bahari harus mempertimbangkan kesesuaian lingkungan agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap ekosistem maupun masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesesuaian wisata menggunakan Indeks Kesesuaian Wisata (IKW), sekaligus mengidentifikasi faktor penghambat dan menentukan rencana pengembangan untuk pengembangan ekowisata melalui analisis kesenjangan dan analisis diagram fishbone. Pengumpulan data dilakukan dengan berbagai metode, antara lain pengukuran kedalaman perairan menggunakan fishfinder, penilaian ketersediaan air tawar melalui pengukuran langsung dan observasi visual serta pencatatan jarak antara pulau dan sumber air. Tinggi gelombang didapat dengan tiang pengukur melalui pengamatan terhadap tinggi, periode, dan selisih gelombang. Kemiringan pantai diukur menggunakan waterpass dari daerah pasang tertinggi hingga surut terendah, kemudian dihitung dengan rumus beach slope. Material dasar perairan diambil menggunakan egman grab pada setiap stasiun dengan kedalaman berbeda, sedangkan data kecepatan arus diperoleh dari situs Copernicus dalam rentang 1 Januari hingga 31 Desember 2025. Adapun informasi mengenai biota berbahaya dikumpulkan melalui wawancara dengan pengelola pulau. Untuk data kesenjangan diperoleh melalui kuesioner dengan 100 responden. Pulau Merak Kecil termasuk kategori tidak sesuai untuk kegiatan ekowisata bahari kategori tersebut. Terdapat kesenjangan antara harapan dengan persepsi di seluruh faktor bagi wisatawan, faktor dominan seperti keterbatasan sarana, manajemen SDM, beberapa parameter pada IKW, dan pengelolaan sampah. Saran yang diberikan meliputi kegiatan ekowisata bahari di Pulau Merak Kecil disesuaikan dengan kondisi ekologis pulau demi keamanan dan kenyamanan wisatawan. Pengelola perlu meningkatkan daya tarik, fasilitas utama maupun pendukung, aksesibilitas, serta harga agar pengunjung lebih nyaman. Masyarakat sekitar diharapkan berperan aktif dalam pengembangan, dan penelitian lanjutan diperlukan untuk mengidentifikasi hambatan perkembangan ekowisata bahari di pulau tersebut.