TY - THES N2 - Freshwater crayfish (Cherax quadricarinatus), commonly known as redclaw, is a promising aquaculture commodity due to its dual potential as both ornamental and food species. However, the growth rate of this species remains relatively slow and not yet optimal. This experimental study aimed to determine the optimal dosage of rGH immersion on the growth performance of redclaw juveniles. The experiment was conducted over 45 days (August?September 2023) using completely randomized design with five treatments and four replications: (A) control, (B) 1.5 mg/L, (C) 3 mg/L, (D) 4.5 mg/L, and (E) 6 mg/L rGH. The results showed that immersion in rGH significantly improved growth performance. The highest absolute weight was observed in treatment E (1.04±0.33 g), highest absolute length in treatment E (1.3±0.04 cm), highest specific growth rate (SGR) in treatment E (2.52±0.03%/day), Molting frequency was highest in treatment E (1.38±0.08 molts/individual), highest protein efficiency ratio (PER) in treatment E (0.8±0.01 g), Feed efficiency was also highest in treatment E (45.37±1.87%), Survival rate was highest in treatment E (85±6.38%), highest hepatosomatic index (HSI) in treatment E (7.08±0.25%). Proximate analysis revealed the highest crude protein content in treatment C (16.5%), while the highest moisture (80.26%) and lipid content (2.03%) were recorded in treatment E. Water quality parameters: temperature 24.5?29.6°C, pH 7.73?8.75, dissolved oxygen 6.2?7.8 mg/L, and ammonia concentration <0.25 mg/L. Immersion with 6 mg/L rGH over a 45-day period effectively improved the growth performance of redclaw crayfish juveniles. KW - Growth KW - hormone KW - redclaw crayfish KW - rGH KW - hormon KW - lobster capit merah KW - pertumbuhan KW - rGH TI - OPTIMASI PERTUMBUHAN BENIH LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus) MELALUI PERENDAMAN HORMON PERTUMBUHAN REKOMBINAN (rGH) AV - restricted ID - eprintuntirta59130 A1 - Abiseno, Aryo Danang M1 - sarjana PB - UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA N1 - Lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) atau redclaw merupakan salah satu jenis krustasea yang potensial dikembangkan sebagai komoditas hias dan konsumsi. Namun dalam budidayanya tingkat pertumbuhannya relatif lambat dan kurang optimal, untuk mencapai ukuran minimum pasaran membutuhkan waktu lama. Pengaplikasian hormon pertumbuhan rekombinan ikan kerapu kertang (rGH) melalui perendaman telah banyak digunakan dalam upaya peningkatan laju pertumbuhan dan mempersingkat masa budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis pemberian hormon rGH terbaik melalui metode perendaman terhadap kinerja pertumbuhan benih lobster capit merah. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Budidaya Perairan, Program Studi Ilmu Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa pada Agustus sampai September 2023 selama 45 hari. Benih lobster capit merah yang digunakan berukuran 2,59±0,04 cm dengan bobot 0,49±0,02 g sebanyak 300 ekor. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan dan 4 ulangan dengan dosis perendaman rGH yaitu (A) kontrol, (B) 1,5 mg/L, (C) 3 mg/L, (D) 4,5 mg/L dan (E) 6 mg/L. Data parameter pertumbuhan dan kelangsungan hidup dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dengan uji lanjut Duncan melalui software SPSS versi 22, sedangkan data proksimat dan kualitas air dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian perendaman lobster capit merah pada rGH memperoleh pertumbuhan yang berbeda nyata (P<0,05) terhadap panjang dan bobot mutlak. Panjang mutlak tertinggi diperoleh perlakuan (E) 1,3±0,04 cm, nilai terendah kontrol (A) 0,74±0,09 cm. Bobot mutlak tertinggi diperoleh perlakuan (E) 1,04±0,33 g, nilai terendah kontrol (A) 0,41±0,92 g. Laju pertumbuhan spesifik tertinggi diperoleh perlakuan (E) 2,52±0,03 g, nilai terendah kontrol (A) 1,31±0,23 g. Frekuensi molting tertinggi diperoleh perlakuan (E) 1,38±0,08 kali/ekor, nilai terendah kontrol (A) 0,93±0,16 kali/ekor. Rasio efisiensi protein tertinggi diperoleh perlakuan (E) 0,8±0,01 g, nilai terendah kontrol (A) 0,44±0,08 g. Efisiensi pakan tertinggi diperoleh perlakuan (E) 45,37±1,87%, nilai terendah kontrol (A) 19,56±4,04%. Kelangsungan hidup tertinggi diperoleh perlakuan (E) 85±6,38%, nilai terendah kontrol (A) 65±9,99%. HSI tertinggi diperoleh perlakuan (E) 7,08±0,25 g, nilai terendah kontrol (A) 5,54±0,47%. Hasil uji proksimat kadar protein tertinggi perlakuan (C) 16,5%, kadar air dan lemak tertinggi perlakuan (E) 80,26% dan 2,03%. Kualitas air pemeliharaan lobster untuk suhu 24,5-29,6°C, pH 7,73-8,75, DO 6,2-7,8 mg/L, dan amonia <0,25 mg/L. Perendaman rGH pada lobster capit merah menghasilkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup yang lebih baik dibandingkan kontrol dengan dosis 6 mg/L selama 45 hari mampu meningkatkan kinerja pertumbuhan pada benih lobster capit merah. UR - https://eprints.untirta.ac.id/59130/ EP - 66 Y1 - 2026/03/09/ ER -