@mastersthesis{eprintuntirta59117, title = {ANALISA KEGAGALAN DAN USIA FATIK PIPA API 5L X65 MELALUI BURST TEST DAN STUDI SIMULASI METODE ELEMEN HINGGA}, school = {Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa}, month = {March}, year = {2026}, note = {Pipa baja API X65 banyak digunakan pada jaringan transmisi minyak dan gas karena mampu menahan tekanan internal yang tinggi. Namun demikian, beban tekanan statis maupun siklik tetap berpotensi menimbulkan kerusakan serius selama masa operasi. Penelitian ini mengkaji kemampuan pipa menahan tekanan pecah serta memprediksi umur pipa akibat pertumbuhan retak. Pendekatan yang digunakan adalah analisis elemen hingga (FEA) yang terlebih dahulu diuji ketepatannya melalui pembanding dengan hasil uji burst skala penuh. Dari pengujian, didapatkan nilai tekanan pecah sebesar 52,73 MPa untuk pipa berdiameter 14 inci dengan tebal 14,3 mm dan 48,37 MPa untuk pipa berdiameter 12 dengan tebal 12,7 mm. Sementara itu, prediksi FEA menghasilkan nilai 50,06 MPa dan 48,63 MPa, dengan selisih kurang dari 5\%. Hasil ini menunjukkan bahwa model numerik mampu menggambarkan perilaku pengujian dengan baik. Distribusi tegangan juga memperlihatkan konsentrasi tertinggi pada sisi dalam dinding pipa, sejalan dengan lokasi awal terjadinya retak longitudinal. Hasil analisis lanjutan melalui kajian fatik, yang dilakukan setelah model burst test dan FEA tervalidasi, menunjukkan bahwa peningkatan tekanan operasi mempercepat perambatan retak dan menurunkan umur pipa. Hal ini menegaskan bahwa pengendalian tekanan operasi merupakan faktor kunci dalam manajemen integritas pipa API X65.}, author = {Teddy Setiawan}, abstract = {Pipa baja API X65 banyak digunakan pada jaringan transmisi minyak dan gas karena mampu menahan tekanan internal yang tinggi. Namun demikian, beban tekanan statis maupun siklik tetap berpotensi menimbulkan kerusakan serius selama masa operasi. Penelitian ini mengkaji kemampuan pipa menahan tekanan pecah serta memprediksi umur pipa akibat pertumbuhan retak. Pendekatan yang digunakan adalah analisis elemen hingga (FEA) yang terlebih dahulu diuji ketepatannya melalui pembanding dengan hasil uji burst skala penuh. Dari pengujian, didapatkan nilai tekanan pecah sebesar 52,73 MPa untuk pipa berdiameter 14 inci dengan tebal 14,3 mm dan 48,37 MPa untuk pipa berdiameter 12 dengan tebal 12,7 mm. Sementara itu, prediksi FEA menghasilkan nilai 50,06 MPa dan 48,63 MPa, dengan selisih kurang dari 5\%. Hasil ini menunjukkan bahwa model numerik mampu menggambarkan perilaku pengujian dengan baik. Distribusi tegangan juga memperlihatkan konsentrasi tertinggi pada sisi dalam dinding pipa, sejalan dengan lokasi awal terjadinya retak longitudinal. Hasil analisis lanjutan melalui kajian fatik, yang dilakukan setelah model burst test dan FEA tervalidasi, menunjukkan bahwa peningkatan tekanan operasi mempercepat perambatan retak dan menurunkan umur pipa. Hal ini menegaskan bahwa pengendalian tekanan operasi merupakan faktor kunci dalam manajemen integritas pipa API X65.}, url = {https://eprints.untirta.ac.id/59117/} }