%0 Thesis %9 S1 %A Hanifah, Abu %A Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, %B Teknik Industri %D 2026 %F eprintuntirta:58834 %I Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa %K Kata kunci: Beban Kerja, Work Sampling, Stopwatch Time Study, Workload Indicator Of Staffing Needs, WISN, Perawat %P 148 %T ANALISIS KEBUTUHAN PERAWAT DENGAN METODE WORKLOAD INDICATOR OF STAFFING NEED (WISN) BAGIAN UNIT GAWAT DARURAT PUSKESMAS X %U https://eprints.untirta.ac.id/58834/ %X Implementasi layanan kesehatan 24 jam di Puskesmas Kota Cilegon telah menimbulkan peningkatan permintaan terhadap pelayanan medis, terutama pada Unit Gawat Darurat (UGD) yang berjalan dalam tiga periode shift. Menurut informasi dari wawancara dengan Kepala Tata Usaha Puskesmas X, sejak pelaksanaan kebijakan layanan nonstop sebagai komponen program 100 hari kerja Wali Kota, keterbatasan sumber daya manusia kesehatan semakin terasa. UGD Puskesmas X didukung oleh tiga kategori personel, yakni pengemudi, perawat, dan dokter, di mana perawat bertugas langsung memberikan layanan dan selalu hadir di lokasi. Penelitian ini memusatkan perhatian pada perawat shift pagi (shift 1) karena memiliki volume kunjungan pasien paling tinggi dan mengalami peningkatan bulanan. Sasaran studi ini meliputi evaluasi komposisi kegiatan perawat, penetapan durasi standar untuk aktivitas utama, perhitungan norma beban tugas serta norma fleksibilitas waktu kerja, dan penentuan jumlah ideal tenaga perawat shift 1. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik work sampling, stopwatch time study, dan Workload Indicators of Staffing Need (WISN). Temuan penelitian mengungkap proporsi aktivitas produktif mencapai 86,04%, non-produktif 7,55%, dan pribadi 6,42%, yang menandakan beban kerja yang tinggi. Durasi standar aktivitas pokok berkisar dari 16,34 hingga 27,32 menit. Norma beban kerja perawat shift 1 per tahun adalah 6.563,84 bilas serumen, 5.605,95 EKG, 6.256,16 ekstraksi serumen, 7.043,47 injeksi obat/vaksin, 4.409,25 nebulizer, dan 6.374,93 perawatan luka, dengan nilai terendah pada prosedur nebulizer dan tertinggi pada injeksi obat/vaksin. Norma fleksibilitas waktu kerja tercatat 0,86. Melalui kalkulasi Workload Indicator of Staffing Need (WISN), jumlah optimal tenaga perawat shift 1 adalah 6 orang, sehingga dengan situasi saat ini yang hanya 1 perawat, terjadi defisit sebanyak 5 perawat pada shift tersebut.