TY - THES N1 - Proses reduksi neodimium oksida (Nd?O?) menjadi logam neodimium dilakukan melalui metode reduksi aluminotermik menggunakan furnace Vacuum Arc Melting (VAM) dengan variasi kuat arus listrik dan rasio reduktor alumunium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi arus dan rasio reduktor terhadap kemurnian dan recovery neodimium, serta menentukan kondisi proses yang memberikan hasil terbaik. Reduksi dilakukan pada arus 150 A, 200 A, dan 250 A dengan rasio alumunium terhadap Nd?O? sebesar 1, 2, dan 3 berdasarkan perhitungan stoikiometri. Karakterisasi bahan baku dilakukan menggunakan XRD dan FTIR, sedangkan produk hasil reduksi dianalisis menggunakan FTIR dan SEM-EDS untuk mengamati perubahan ikatan dan komposisi unsur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemurnian neodimium tertinggi sebesar 83,52% diperoleh pada arus 150 A dengan rasio reduktor 1, sementara recovery tertinggi sebesar 74,00% dicapai pada arus 250 A dengan rasio reduktor 3. Variasi rasio alumunium berpengaruh terhadap efektivitas pengikatan oksigen dari Nd?O?, sedangkan variasi arus listrik memengaruhi energi panas yang berperan dalam peningkatan recovery selama proses reduksi. Kata kunci: Neodimium Oksida, Reduksi Aluminotermik, Kuat Arus, Kemurnian, Recovery. ID - eprintuntirta58824 PB - Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa EP - 108 KW - Reduksi Metalotermik KW - Aluminotermik KW - Neodimium A1 - Fadilah, Rizki Indra M1 - sarjana TI - PENGARUH VARIASI ARUS DAN RASIO REDUKTOR PADA REDUKSI NEODIMIUM OKSIDA (Nd?O?) MENJADI LOGAM NEODIMIUM MURNI MENGGUNAKAN METODE ALUMINOTERMIK N2 - Proses reduksi neodimium oksida (Nd?O?) menjadi logam neodimium dilakukan melalui metode reduksi aluminotermik menggunakan furnace Vacuum Arc Melting (VAM) dengan variasi kuat arus listrik dan rasio reduktor alumunium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi arus dan rasio reduktor terhadap kemurnian dan recovery neodimium, serta menentukan kondisi proses yang memberikan hasil terbaik. Reduksi dilakukan pada arus 150 A, 200 A, dan 250 A dengan rasio alumunium terhadap Nd?O? sebesar 1, 2, dan 3 berdasarkan perhitungan stoikiometri. Karakterisasi bahan baku dilakukan menggunakan XRD dan FTIR, sedangkan produk hasil reduksi dianalisis menggunakan FTIR dan SEM-EDS untuk mengamati perubahan ikatan dan komposisi unsur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemurnian neodimium tertinggi sebesar 83,52% diperoleh pada arus 150 A dengan rasio reduktor 1, sementara recovery tertinggi sebesar 74,00% dicapai pada arus 250 A dengan rasio reduktor 3. Variasi rasio alumunium berpengaruh terhadap efektivitas pengikatan oksigen dari Nd?O?, sedangkan variasi arus listrik memengaruhi energi panas yang berperan dalam peningkatan recovery selama proses reduksi. Kata kunci: Neodimium Oksida, Reduksi Aluminotermik, Kuat Arus, Kemurnian, Recovery. Y1 - 2026/02/27/ UR - https://metalurgi.untirta.ac.id/ AV - restricted ER -