TY - THES N2 - Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh jenis air dan variasi pH terhadap kinerja flotasi tembaga pada rangkaian Rougher-Scavenger. Tiga jenis air digunakan sebagai media flotasi, yaitu air laut, air laut treatment, dan air asam tambang (air santong), dengan variasi pH sebesar 9, 10, dan 10,5. Pengujian flotasi dilakukan menggunakan sel flotasi berkapasitas 2 liter dengan skema flotasi kinetik untuk merepresentasikan kondisi operasional di lapangan. Parameter utama yang dianalisis meliputi kadar dan perolehan (recovery) tembaga pada setiap kondisi pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis air dan pH memiliki pengaruh signifikan terhadap performa flotasi tembaga. Air laut treatment secara konsisten memberikan hasil terbaik dibandingkan dua jenis air lainnya, terutama pada pH 10, dengan peningkatan kadar tembaga sekitar 17% dan nilai recovery mencapai 98%. Pada pH 10,5, air laut treatment tetap menunjukkan kinerja optimal dalam menghasilkan kadar tembaga tertinggi, meskipun memerlukan penambahan kapur yang lebih besar akibat sifat penyangga (buffering) pada sistem. Sementara itu, penggunaan air santong cenderung meningkatkan recovery pada pH tinggi, namun diikuti oleh penurunan selektivitas yang tercermin dari kadar tembaga yang lebih rendah. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa pemilihan jenis air flotasi dan pengendalian pH yang tepat merupakan faktor penting dalam meningkatkan efisiensi dan selektivitas proses flotasi tembaga pada circuit Rougher-Scavenger. M1 - sarjana N1 - Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh jenis air dan variasi pH terhadap kinerja flotasi tembaga pada rangkaian Rougher-Scavenger. Tiga jenis air digunakan sebagai media flotasi, yaitu air laut, air laut treatment, dan air asam tambang (air santong), dengan variasi pH sebesar 9, 10, dan 10,5. Pengujian flotasi dilakukan menggunakan sel flotasi berkapasitas 2 liter dengan skema flotasi kinetik untuk merepresentasikan kondisi operasional di lapangan. Parameter utama yang dianalisis meliputi kadar dan perolehan (recovery) tembaga pada setiap kondisi pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis air dan pH memiliki pengaruh signifikan terhadap performa flotasi tembaga. Air laut treatment secara konsisten memberikan hasil terbaik dibandingkan dua jenis air lainnya, terutama pada pH 10, dengan peningkatan kadar tembaga sekitar 17% dan nilai recovery mencapai 98%. Pada pH 10,5, air laut treatment tetap menunjukkan kinerja optimal dalam menghasilkan kadar tembaga tertinggi, meskipun memerlukan penambahan kapur yang lebih besar akibat sifat penyangga (buffering) pada sistem. Sementara itu, penggunaan air santong cenderung meningkatkan recovery pada pH tinggi, namun diikuti oleh penurunan selektivitas yang tercermin dari kadar tembaga yang lebih rendah. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa pemilihan jenis air flotasi dan pengendalian pH yang tepat merupakan faktor penting dalam meningkatkan efisiensi dan selektivitas proses flotasi tembaga pada circuit Rougher-Scavenger. A1 - KHANSA, JASMINE AMIRA EP - 92 Y1 - 2026/02/26/ UR - https://eprints.untirta.ac.id/58800/ TI - PENGARUH JENIS AIR DAN PH TERHADAP KADAR DAN RECOVERY TEMBAGA DI CIRCUIT ROUGHER-SCAVENGER ID - eprintuntirta58800 PB - Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa AV - restricted ER -