%X This research examines the fluctuating participation of Women Farmer Groups in the Sustainable Food Garden Program P2L in Cipocok Jaya District, even though the program has been implemented since 2019 and supported by adequate local resources. The purpose of this research is to analyze the influence of internal and external factors on the perceptions of group members regarding the utilization of home gardens in the P2L program. A quantitative approach was applied through a survey involving 32 respondents selected using simple random sampling. Primary data were collected using a questionnaire that passed validity and reliability tests, and the analysis used multiple linear regression to identify the partial effects of each variable. The findings show that internal factors such as motivation, cosmopolitanism, experience, and group participation significantly shape the perceptions of members. External factors including the intensity of extension activities, availability of production inputs, extension methods, and extension materials also have significant effects. These results indicate that the perceptions of Women Farmer Groups toward the P2L program are influenced by both individual characteristics and the support provided by the program environment. Overall, the perceptions of members fall within a positive category, indicating strong potential for long term program sustainability and improvement of local food security. %T FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI KELOMPOK WANITA TANI PADA PROGRAM P2L DI KECAMATAN CIPOCOK JAYA %A Mia Fajriany %I UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA %O Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) menjadi salah satu upaya strategis dalam memperkuat ketahanan pangan rumah tangga, khususnya di Kecamatan Cipocok Jaya yang memiliki potensi pekarangan cukup tinggi namun menghadapi variasi tingkat partisipasi masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal yang memengaruhi persepsi Kelompok Wanita Tani (KWT) terhadap pelaksanaan Program P2L. Kajian pustaka mencakup teori persepsi, faktor-faktor internal dan eksternal, karakteristik inovasi, serta konsep pemberdayaan masyarakat, yang menjadi dasar dalam memahami bagaimana persepsi terbentuk dan dipengaruhi oleh aspek pribadi maupun lingkungan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif asosiatif dengan pendekatan survei. Sebanyak 32 responden ditentukan melalui metode Simple Random Sampling, dan data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda setelah seluruh uji asumsi klasik terpenuhi. Variabel internal meliputi kekosmopolitanan, motivasi, pengalaman mengelola pekarangan, dan partisipasi kelompok, sedangkan variabel eksternal mencakup intensitas penyuluhan, ketersediaan sarana produksi, metode penyuluhan, dan materi penyuluhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik faktor internal maupun eksternal berpengaruh signifikan terhadap persepsi KWT terhadap P2L, dengan faktor eksternal memiliki pengaruh yang lebih dominan. Data deskriptif menunjukkan bahwa persepsi anggota KWT terhadap P2L tergolong positif, karena program dinilai bermanfaat dalam meningkatkan pemanfaatan pekarangan, menghemat pengeluaran pangan, memperbaiki pengetahuan budidaya, serta meningkatkan ketahanan pangan keluarga. %D 2026 %L eprintuntirta58758