@phdthesis{eprintuntirta58701, title = {PEMBUATAN BIOPLASTIK BERBASIS PATI TALAS BENENG (XANTHOSOMA UNDIPES) DENGAN PENAMBAHAN POLYVINYL ALCOHOL (PVA) MELALUI METODE SOLVENT CASTING}, author = {Mella Herdini}, month = {February}, note = {Bioplastik atau plastik biodegradable merupakan plastik yang dapat digunakan seperti plastik konvensional yang memanfaatkan bahan baku dasar yang tersedia di alam seperti pati, minyak nabati dan mikrobiota sehingga dapat teurai oleh mikroorganisme dalam waktu yang singkat. Dalam pembuatan bioplastik, selain pati dibutuhkan polimer tambahan yang berfungsi untuk meningkatkan kekuatan tarik pada bioplastik, meningkatkan elastisitas dan laju degradasinya. Polimer yang bisa digunakan PLA, PHA, PCL, dan PVA. Pati merupakan jenis karbohidrat kompleks yang terdiri dari senyawa polisakarida yang tersusun dari rantai bercabang dan rantai lurus yaitu amilosa dan amilopektin. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan potensi pati talas beneng sebagai bahan baku dalam pembuatan bioplastik dan untuk meningkatkan sifat mekanik bioplastik melalui variasi gliserol. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode solvent casting dengan variasi yang dilakukan yaitu komposisi pati dan gliserol 60:40; 70:30; dan 80:20 b/b dan suhu pemanasan 75oC, 80oC, 85oC, dan 90oC. Dari penelitian ini hasil yang didapatkan yaitu kadar amilosa pada pati talas beneng sebesar 11\% dan nilai kuat tarik pada penambahan gliserol sebanyak 40\% sebesar 0,83557 Mpa, dan nilai Elongasi terbesar pada konsentrasi 40\% sebesar 29,04273\%. Adanya penambahan gliserol dapat menurunkan kuat tarik pada bioplastik, dan meningkatkan Elongasi. Penambahan PVA dapat berfungsi untuk meningkatkan kualitas dari pati, sehingga bioplastik berbasis pati talas beneng tidak mudah robek dan memiliki kuat tarik yang lebih tinggi.}, year = {2026}, school = {Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa}, abstract = {Bioplastik atau plastik biodegradable merupakan plastik yang dapat digunakan seperti plastik konvensional yang memanfaatkan bahan baku dasar yang tersedia di alam seperti pati, minyak nabati dan mikrobiota sehingga dapat teurai oleh mikroorganisme dalam waktu yang singkat. Dalam pembuatan bioplastik, selain pati dibutuhkan polimer tambahan yang berfungsi untuk meningkatkan kekuatan tarik pada bioplastik, meningkatkan elastisitas dan laju degradasinya. Polimer yang bisa digunakan PLA, PHA, PCL, dan PVA. Pati merupakan jenis karbohidrat kompleks yang terdiri dari senyawa polisakarida yang tersusun dari rantai bercabang dan rantai lurus yaitu amilosa dan amilopektin. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan potensi pati talas beneng sebagai bahan baku dalam pembuatan bioplastik dan untuk meningkatkan sifat mekanik bioplastik melalui variasi gliserol. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode solvent casting dengan variasi yang dilakukan yaitu komposisi pati dan gliserol 60:40; 70:30; dan 80:20 b/b dan suhu pemanasan 75oC, 80oC, 85oC, dan 90oC. Dari penelitian ini hasil yang didapatkan yaitu kadar amilosa pada pati talas beneng sebesar 11\% dan nilai kuat tarik pada penambahan gliserol sebanyak 40\% sebesar 0,83557 Mpa, dan nilai Elongasi terbesar pada konsentrasi 40\% sebesar 29,04273\%. Adanya penambahan gliserol dapat menurunkan kuat tarik pada bioplastik, dan meningkatkan Elongasi. Penambahan PVA dapat berfungsi untuk meningkatkan kualitas dari pati, sehingga bioplastik berbasis pati talas beneng tidak mudah robek dan memiliki kuat tarik yang lebih tinggi. Kata Kunci :, bioplastik, pati, PVA, talas Beneng}, url = {https://eprints.untirta.ac.id/58701/} }