%A BAYU SAPUTRA %T PENGARUH FINANCIAL DISTRESS, DEWAN KOMISARIS, DAN KOMITE AUDIT TERHADAP KUALITAS AUDIT DAN KONSEKUENSINYA %X Kualitas audit merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kredibilitas laporan keuangan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh financial distress, proporsi gender dewan komisaris wanita, dan keahlian industri komite audit terhadap kualitas audit, serta menguji pengaruh kualitas audit terhadap risiko litigasi. Ukuran perusahaan, ukuran dewan komisaris, dan return on assets (ROA) digunakan sebagai variabel kontrol dalam penelitian ini. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan perusahaan sektor barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Jumlah sampel penelitian sebanyak 329 sampel yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan menggunakan aplikasi SPSS 25. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa financial distress dan keahlian industri berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Sementara itu, proporsi gender dewan komisaris wanita tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Variabel kontrol ukuran dewan komisaris dan return on assets (ROA) tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit, sedangkan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Pada model regresi selanjutnya, kualitas audit tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap risiko litigasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi keuangan perusahaan dan kompetensi komite audit memiliki peran penting dalam menentukan kualitas audit, namun kualitas audit belum secara langsung berdampak pada risiko litigasi perusahaan. %O Kualitas audit merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kredibilitas laporan keuangan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh financial distress, proporsi gender dewan komisaris wanita, dan keahlian industri komite audit terhadap kualitas audit, serta menguji pengaruh kualitas audit terhadap risiko litigasi. Ukuran perusahaan, ukuran dewan komisaris, dan return on assets (ROA) digunakan sebagai variabel kontrol dalam penelitian ini. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan perusahaan sektor barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Jumlah sampel penelitian sebanyak 329 sampel yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan menggunakan aplikasi SPSS 25. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa financial distress dan keahlian industri berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Sementara itu, proporsi gender dewan komisaris wanita tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Variabel kontrol ukuran dewan komisaris dan return on assets (ROA) tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit, sedangkan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Pada model regresi selanjutnya, kualitas audit tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap risiko litigasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi keuangan perusahaan dan kompetensi komite audit memiliki peran penting dalam menentukan kualitas audit, namun kualitas audit belum secara langsung berdampak pada risiko litigasi perusahaan. %L eprintuntirta58656 %D 2026 %I UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA