%D 2026 %X PT. XYZ meruapakan perusahaan pabrik sheet metal Indonesia. Selama tiga tahun terakhir, penurunan laba usaha telah menunjukkan perlunya perbaikan sistem pengukuran kinerja, yang saat ini hanya berfokus pada aspek finansial. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pengukuran kinerja perusahaan menggunakan metode Balanced Scorecard. Metode Balanced Scorecard (BSC) digunakan untuk menerjemahkan visi perusahaan ke dalam empat perspektif strategis, dan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) mendukungnya dalam menentukan prioritas dari 33 Key Performance Indicators (KPI). Penelitian ini menciptakan 15 tujuan strategis. Hasil pembobotan Analytical Hierarchy Process (AHP) menunjukkan bahwa perspektif pelanggan adalah prioritas utama (35%), diikuti oleh finansial (29%), proses bisnis internal (24%), dan pembelajaran dan pertumbuhan (12%). Sistem pengukuran kinerja kemudian dirancang menggunakan scoring system dan konsep Traffic Light System (TLS) yang divisualisasikan melalui dashboard interaktif Power BI, yang memberikan pandangan kinerja yang holistik dan dapat menjadi alat bantu strategis yang efektif bagi manajemen dalam memantau kinerja dan mendukung pengambilan keputusan. %L eprintuntirta58570 %I Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa %T PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN DENGAN METODE BALANCED SCORECARD, ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS, DAN TRAFFIC LIGHT SYSTEM PADA PT. XYZ %A M.RIZKY PRATAMA %O PT. XYZ meruapakan perusahaan pabrik sheet metal Indonesia. Selama tiga tahun terakhir, penurunan laba usaha telah menunjukkan perlunya perbaikan sistem pengukuran kinerja, yang saat ini hanya berfokus pada aspek finansial. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pengukuran kinerja perusahaan menggunakan metode Balanced Scorecard. Metode Balanced Scorecard (BSC) digunakan untuk menerjemahkan visi perusahaan ke dalam empat perspektif strategis, dan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) mendukungnya dalam menentukan prioritas dari 33 Key Performance Indicators (KPI). Penelitian ini menciptakan 15 tujuan strategis. Hasil pembobotan Analytical Hierarchy Process (AHP) menunjukkan bahwa perspektif pelanggan adalah prioritas utama (35%), diikuti oleh finansial (29%), proses bisnis internal (24%), dan pembelajaran dan pertumbuhan (12%). Sistem pengukuran kinerja kemudian dirancang menggunakan scoring system dan konsep Traffic Light System (TLS) yang divisualisasikan melalui dashboard interaktif Power BI, yang memberikan pandangan kinerja yang holistik dan dapat menjadi alat bantu strategis yang efektif bagi manajemen dalam memantau kinerja dan mendukung pengambilan keputusan.