@phdthesis{eprintuntirta58304, author = {AISYAH NUR AZIZAH}, school = {UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA}, title = {POLA ASUH ORANG TUA PADA KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI ORAL ANAK TUNARUNGU DI SKH KOTA SERANG}, month = {February}, year = {2026}, note = {Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pola asuh orang tua terhadap kemampuan komunikasi oral anak tunarungu, menggunakan teori Harlock yang mengidentifikasi tiga jenis pola asuh: otoriter, otoritatif, dan permisif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Analisis melibatkan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan diuji melalui triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola asuh permisif diterapkan oleh orang tua M (anak F) di SKh Samantha, sementara pola asuh demokratis diterapkan oleh orang tua M (anak I) di Homeschooling HSPG dan orang tua R dan (anak A) di SKh N 01. Sedangkan kemampuan komunikasi oral anak A berkembang dengan baik dan telah mampu melakukan komunikasi dua arah berkat dukungan pola asuh demokratis yang menumbuhkan rasa percaya diri. Anak F mampu berkomunikasi oral sederhana, tetapi masih kesulitan memahami instruksi karena keterbatasan kognitif. Sementara itu, anak I telah mampu berkomunikasi oral dengan baik dan menggunakan isyarat atau tulisan jika mengalami kesulitan.}, url = {https://eprints.untirta.ac.id/58304/}, abstract = {This study aims to explore the influence of parenting styles on the oral communication skills of deaf children, based on Harlock?s theory, which identifies three types of parenting styles: authoritarian, authoritative, and permissive. This study employed a qualitative descriptive method, with data collected through observation, interviews, documentation, and field notes. Data analysis involved data reduction, data display, and drawing conclusions, with validity ensured through triangulation. The results indicate that permissive parenting was applied by the parents of child F at SKh Samantha, while authoritative parenting was applied by the parents of child I at HSPG Homeschooling and the parents of child A at SKh N 01. Child A?s oral communication skills have developed well, enabling two-way communication, supported by authoritative parenting that fosters self-confidence. Child F can communicate orally in a simple manner but still experiences difficulty understanding instructions due to cognitive limitations. Meanwhile, child I has developed good oral communication skills and can use gestures or writing when facing difficulties.} }