TY - THES M1 - sarjana AV - restricted ID - eprintuntirta58258 Y1 - 2026/// UR - https://eprints.untirta.ac.id/58258/ EP - 135 PB - Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa A1 - SEPTIAWAN, KOKO PUTRA TI - PENGARUH VARIASI TEMPERATUR DAN RASIO FUSI ALKALI SERTA VARIASI TEMPERATUR HIDROTERMAL PADA GRANIT TERHADAP EKSTRAKSI SILIKON N2 - Kebutuhan silika presipitasi atau silika serbuk di Indonesia setiap tahunnya terus meningkat. Hal ini ditandai dengan adanya data impor silika presipitasi di Indonesia pada tahun 2018 ? 2022 mencapai 0,096 ton/tahun. Peningkatan nilai impor tersebut menunjukkan produksi silika presipitasi di Indonesia belum memenuhi kebutuhan dalam negeri. Oleh sebab itu, perlu adanya peningkatan produksi silika presipitasi di Indonesia. Untuk membuat silika presipitasi diperlukan larutan kaya silikon terlebih dahulu. Larutan kaya silikon dapat dibuat dengan ekstraksi atau melarutkan silikon dari suatu bahan menjadi larutan. Granit mengandung senyawa kuarsa (SiO2), mikroklin [K(AlSi3)O8], dan kaolinit [Al2Si2O5(OH)4] yang memiliki kandungan Si di setiap senyawanya. Berdasarkan data kementrian ESDM pada tahun 2024 cadangan granit di Indonesia mencapai 1.298.796.414 ton. Oleh karena itu, dengan adanya kandungan Si di setiap senyawanya dan cadangan yang besar tersebut menjadikan granit sebagai bahan dengan potensi tinggi untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku ekstraksi silikon menjadi larutan kaya silikon. Pada penelitian ini metode yang digunakan untuk mengekstraksi silikon menjadi larutan kaya silikon yaitu metode fusi alkali dan hidrotermal. Fusi alkali dilakukan dengan variasi temperatur (650, 750, dan 850°C), dan rasio granit/NaOH (1/1, 1/1,5, dan 1/2). Kondisi optimum fusi alkali diperoleh pada temperatur 750°C dengan rasio granit/NaOH 1/2 selama 2 jam menghasilkan ekstraksi silikon sebesar 91,66%. Sementara itu, metode hidrotermal dilakukan dengan variasi temperatur (190, 220, 250, dan 280°C). Kondisi optimum hidrotermal diperoleh pada temperatur 250°C dengan molaritas NaOH sebesar 30 M selama 2 jam menghasilkan ekstraksi silikon sebesar 85,36%. Hasil penelitian ini menghasilkan larutan kaya silikon yang berguna sebagai sumber atau bahan baku utama untuk pembuatan silika presipitasi. Silika presipitasi dari larutan kaya silikon tersebut berguna sebagai bahan baku di industri karet untuk pembuatan ban, industri kertas sebagai bahan filler, dan industri cat sebagai antifoam agent. ER -