%0 Thesis %9 S1 %A Suhaniah, Acih %A UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA, %A FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN, %A JURUSAN BAHASA INDONESIA, %B Pendidikan Bahasa Indonesia %D 2026 %F eprintuntirta:57873 %I Universitas Sultan Ageng Tirtayasa %K Deixis, Learning, Podcast Deiksis, Pembelajaran, Siniar. %P 311 %T DEIKSIS DALAM PERCAKAPAN SINIAR PADA CHANNEL YOUTUBE DEDDY CORBUZIER BERSAMA TARUNA IKRAR DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA %U https://eprints.untirta.ac.id/57873/ %X This study aims to describe and classify the use of deixis found in podcast conversations on Deddy Corbuzier's YouTube channel with Taruna Ikrar, and to instill it in Indonesian language learning in high school. This study uses a qualitative descriptive research method to describe the data. Data collection was carried out using the listening method with basic tapping techniques and advanced techniques of listening freely involving conversation and katat techniques. Then, data triangulation was carried out using investigator techniques. Data analysis techniques through the selection of determining elements (PUP) and contextual techniques as advanced techniques. Data are explained according to their context using the SPEAKING speech component. This study produced 70 pieces of data, based on the use of deixis which can be detailed as follows: (1) 60 pieces of personal deixis; (a) 42 pieces of first person deixis, (b) 8 pieces of second person deixis and (c) 10 pieces of third person deixis, (2) 3 pieces of space/place deixis, and (3) 7 pieces of time deixis. The use of deixis can be implied in learning Indonesian in high school. %Z Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengklasifikasikan penggunaan deiksis yang ditemukan dalam percakapan siniar pada channel youtube Deddy Corbuzier bersama Taruna Ikrar, dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunanakan metode penelitian deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan data. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dengan teknik dasar sadap dan teknik lanjutan simak bebas libat cakap dan teknik catat. Kemudian, dilakukan dengan triangulasi data dengan menggunakan teknik penyidik. Teknik analisis data melalui pilah unsur penentu (PUP) dan teknik kontekstual sebagai teknik lanjutan. Data dianalisis sesuai konteksnya dengan menggunakan komponen tutur SPEAKING. Penelitian ini menghasilkan sebanyak 70 buah data, berdasarkan penggunaannya deiksis tersebut dapat diperinci sebagai berikut: (1) deiksis persona sebanyak 60 buah; (a) 42 buah deiksis persona pertama, (b) 8 buah deiksis persona keduadan (c) 10 buah deiksis persona ketiga, (2) deiksis ruang/tempat sebanyak 3 buah, dan (3) deiksis waktu sebanyak 7 buah. Penggunaan deiksis dapat di Implikasikan dengan pembelajaran bahasa Indonesia di SMA