%0 Thesis %9 S1 %A ZEBUA, MUTIARA VIDA %A UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA, %A FAKULTAS PERTANIAN, %A JURUSAN ILMU PERIKANAN, %B ILMU PERIKANAN %D 2026 %F eprintuntirta:57793 %I UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA %K Artemia sp., enrichment, moringa oil, Sinyonya carp larvae, Artemia sp., larva ikan mas sinyonya, minyak kelor, pengkayaan %P 56 %T PENGGUNAAN MINYAK KELOR SEBAGAI BAHAN PENGKAYA NUTRISI Artemia sp. TERHADAP KINERJA PERTUMBUHAN LARVA IKAN MAS SINYONYA %U https://eprints.untirta.ac.id/57793/ %X Goldfish are known to be popular and are the oldest and most widely cultivated. However, one of the reasons for not achieving the carp production target was the very high mortality rate and slow growth rate. Efforts are needed to improve the nutrition of larvae with artemia enriched with moringa oil. The purpose of this study was to examine the effect of adding moringa oil to Artemia sp. on the growth and survival rate of sinyonya carp larvae. This study used an experimental method with a completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments and 3 replicates, with moringa oil doses of P0 (control), P1 (0,05 ml/L), P2 (0,15 ml/L) and P3 (0,25 ml/L). The results showed that moringa oil enriched artemia had a significant effect (P<0,05) on the growth of sinyonya carp larvae. The use of moringa oil in enriching Artemia sp. at a dose of 0,15 ml/L was able to provide the highest results of all treatments, including a final length of 2.45±0.02 cm, final weight of 0.300±0.006 g, absolute length of 1.85±0.02 cm, absolute weight of 0.297±0.006 g, daily length growth rate of 6.26±0.04, specific growth rate of 0.230±0.001%, and survival rate of 60.89±1.02%. %Z Ikan Mas dikenal populer dan menjadi komoditas tertua yang paling banyak dibudidayakan. Keberhasilan berbudidaya dapat dilihat dari ketersediaan benih yang mencakup dalam besaran (jumlah), waktu, kandungan nutrisi, strategis dan ekonomis. Namun, salah satu penyebab tidak tercapainya target produksi ikan mas dikarenakan tingkat mortalitas sangat tinggi dan memiliki pertumbuhan sangat lambat. Pada stadia larva, larva bergantung pada yolk (kuning telur) sebagai pakan utama larva. Setelah beberapa hari, kuning telur akan diserap oleh larva dan membutuhkan pakan eksternal untuk menunjang kelangsungan hidup ikan. Artemia sp. menjadi salah satu pakan alternatif untuk mencukupi kebutuhan nutrisi pada tubuh larva ikan. Kandungan asam lemak pada artemia yang akan dikonsumsi oleh larva masih belum maksimal sehingga diperlukan proses pengkayaan dengan minyak kelor. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji efek pengkayaan Artemia sp. dengan minyak kelor terhadap pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup larva ikan mas sinyonya. Penelitian dilaksanakan pada April s.d Mei 2025 di Laboratorium Budidaya Perikanan Program Studi Ilmu Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Larva yang digunakan adalah larva ikan mas Sinyonya yang berumur 4 hari. Ikan uji dipelihara selama 25 hari sebanyak 150 ekor/akuarium dengan volume air sebanyak 15 L dengan kepadatan 10 ekor/L. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 kali perlakuan dan 3 kali ulangan. Frekuensi pemberian pakan sebanyak 4 kali sehari pada pukul 08.00, 11.00, 14.00 dan 17.00 WIB yang diberikan secara adlibitum. Parameter kualitas air yang diukur yaitu suhu, pH, DO dan amonia. Berdasarkan hasil penelitian diketahui larva ikan mas Sinyonya yang diberi pakan Artemia setelah diperkaya dengan minyak kelor menghasilkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup berpengaruh nyata. Penggunaan minyak kelor pada pengkayaan Artemia sp. dengan dosis 0,15 ml/L mampu memberikan hasil tertinggi dari semua perlakuan di antaranya panjang akhir 2,45±0,02 cm, bobot akhir 0,300±0,006 g, panjang mutlak 1,85±0,02 cm, bobot mutlak 0,297±0,006 g, laju pertumbuhan panjang harian 6,26±0,04, laju pertumbuhan spesifik 0,230±0,001% dan sintasan 60,89±1,02%.