%K Guidance and Counseling; Mental Health; Correctional Inmates; DASS-21; CBPR Bimbingan dan Konseling; Kesehatan Mental; Warga Binaan Pemasyarakatan; DASS-21; CBPR %A AVICENA AVICENA %A RAFLI HIBATULLAH %A MUHAMMAD DWI IRFAN %A AKBAR SYAFIQ NUZULA %O Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam mendukung proses pembinaan warga binaan pemasyarakatan. Lingkungan lembaga pemasyarakatan yang memiliki keterbatasan, kehilangan kebebasan, serta tekanan psikologis dapat meningkatkan risiko masalah mental seperti depresi, kecemasan, dan stres. Studi pendahuluan di Lapas Kelas III Rangkasbitung menunjukkan bahwa sebagian besar warga binaan dewasa awal mengalami tingkat kecemasan, stres, dan depresi yang cukup tinggi, sementara program bimbingan dan konseling yang terstruktur belum tersedia secara optimal. Oleh karena itu, proyek kemanusiaan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan mental warga binaan, mengidentifikasi kebutuhan layanan bimbingan dan konseling, serta merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi program bimbingan dan konseling guna mendukung kesehatan mental warga binaan di Lapas Kelas III Rangkasbitung. Penelitian ini menggunakan pendekatan Community-Based Participatory Research (CBPR) dengan melibatkan warga binaan dan pihak lapas secara partisipatif. Pengumpulan data dilakukan melalui asesmen menggunakan instrumen DASS-21, wawancara, dan observasi. Hasil pelaksanaan program menunjukkan adanya penurunan tingkat depresi, kecemasan, dan stres pada warga binaan setelah mengikuti layanan bimbingan dan konseling. Temuan ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling yang disusun berdasarkan kebutuhan warga binaan dapat memberikan dampak positif terhadap kondisi kesehatan mental mereka. Bimbingan dan Konseling; Kesehatan Mental; Warga Binaan Pemasyarakatan; DASS-21; CBPR %I UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA %D 2026 %X Mental health is a fundamental aspect in supporting the success of the rehabilitation process for correctional inmates. The correctional environment, characterized by limited freedom of movement, loss of personal autonomy, and psychological pressure, has the potential to increase the risk of mental health problems such as depression, anxiety, and stress. A preliminary study conducted at Class III Rangkasbitung Correctional Facility indicated that the majority of inmates in early adulthood experienced relatively high levels of depression, anxiety, and stress, while structured guidance and counseling services were not yet optimally available. Therefore, this humanitarian project aimed to identify the mental health conditions of inmates, analyze their guidance and counseling needs, and design, implement, and evaluate a guidance and counseling program to support the mental health of inmates at the Class III Rangkasbitung Correctional Facility. This study employed a Community-Based Participatory Research (CBPR) approach by actively involving inmates and correctional facility staff in a participatory manner. Data were collected through assessments using the DASS-21 instrument, interviews, and observations. The results of the program implementation showed a decrease in the levels of depression, anxiety, and stress among inmates after participating in guidance and counseling services. These findings indicate that guidance and counseling services developed based on inmates’ needs can make a positive contribution to improving the mental health of correctional inmates. Guidance and Counseling; Mental Health; Correctional Inmates; DASS-21; CBPR %T IMPLEMENTASI PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM UPAYA PENGUATAN KESEHATAN MENTAL WARGA BINAAN DI LAPAS KELAS III RANGKASBITUNG %L eprintuntirta57653