<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>ANALISIS YURIDIS TERHADAP PENYELESAIAN SENGKETA PATEN INVENSI INDONESIA TERDAFTAR ATAS KLAIM PEMILIK PATEN INDIA (Studi Putusan Nomor 21/Pdt.SUS-Paten/2021/PN.Niaga.Jkt.Pst)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Mochamad</mods:namePart><mods:namePart type="family">Fadil</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini mengkaji mengenai penyelesaian sengketa paten atas suatu invensi &#13;
yang telah terdaftar di Indonesia oleh pemilik paten asal India, dengan studi pada &#13;
Putusan Nomor 21/Pdt.SUS-Paten/2021/PN Niaga Jakarta Pusat. Fokus analisis ini &#13;
adalah analisis atas pertimbangan hukum hakim berdasarkan Putusan Nomor &#13;
21/Pdt.SUS-Paten/2021/PN.Niaga.Jkt.Pst dan penerapan upaya penyelesaian &#13;
sengketa paten invensi Indonesia terdaftar yang diklaim oleh Badan Hukum India &#13;
dalam &#13;
pertimbangan &#13;
hukum &#13;
pada &#13;
Putusan &#13;
Nomor 21/Pdt.SUS&#13;
Paten/2021/PN.Niaga.Jkt.Pst. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif &#13;
dengan pendekatan kasus, serta teori perlindungan hukum dan kepastian hukum. &#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertimbangan hakim dalam Putusan &#13;
Nomor 21/Pdt.Sus-Paten/2021/PN Niaga Jakarta Pusat didasarkan pada penilaian &#13;
kebaruan, langkah inventif, serta ketidakkonsistenan dasar hukum yang digunakan &#13;
Komisi Banding Paten terhadap asas lex posterior derogat legi priori, sehingga &#13;
berujung pada penolakan gugatan karena pembuktian sangat ditentukan oleh &#13;
ketepatan klaim, analisis prior art, dan kompetensi teknis pemeriksa maupun &#13;
majelis hakim. Dalam perspektif teori perlindungan hukum Satjipto Rahardjo, &#13;
penyelesaian sengketa tersebut tidak hanya harus memenuhi ketentuan formal, &#13;
tetapi juga menjamin perlindungan yang adil dan substantif bagi pemegang paten, &#13;
termasuk pihak asing. Dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016 tentang Paten &#13;
telah menyediakan mekanisme keberatan administratif, banding, dan gugatan di &#13;
Pengadilan Niaga untuk menjamin kepastian hukum serta kesetaraan bagi pemohon &#13;
domestik maupun asing, studi kasus Godrej Consumer Product Limited &#13;
menunjukkan bahwa implementasinya masih menghadapi kendala teknis dan &#13;
prosedural sehingga belum sepenuhnya mewujudkan perlindungan hukum yang &#13;
efektif.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">K Law (General)</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Sultan Ageng Tirtayasa;Fakultas Hukum</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>