@phdthesis{eprintuntirta57334, author = {Farah Athiyah Nur}, year = {2026}, title = {PERLUASAN PASAL TINDAK PIDANA PERKOSAAN TERHADAP MAYAT DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2023}, school = {UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA}, note = {Peralihan KUHP warisan dari kolonial Belanda ke Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 yang akan menjadi KUHP Nasional merupakan bentuk perkembangan dari Hukum pidana di Indonesia. Nekrofilia merupakan kelainan seksual yang memiliki ketertarikan berhubungan seksual terhadap mayat. Sedangkan, mayat merupakan subjek hukum yang dilindungi yang memiliki hak untuk kehormatan serta martabatnya sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 28G Ayat (1) UUD NRI 1945. Peneliti mengidentifikasikan masalah yaitu, pertama, bagaimana interpretasi makna terkait frasa ?memperlakukan jenazah secara tidak beradab? dalam Pasal 271 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023, kedua, bagaimana pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku tindak pidana perkosaan terhadap mayat. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Teori yang digunakan dalam penelitian meliputi teori interpretasi dan teori pertanggungjawaban pidana. Hasil dari penelitian ini menunjukkan masih rancunya dalam menghukum pelaku tindak perkosaan terhadap mayat dalam KUHP yang akan berlaku dimasa mendatang karena masih terlalu luasnya makna dalam Pasal 271 yang menyebabkan mutitafsir dan kekaburan makna. Pertanggungjawaban pidana dibebankan secara individu karena para pelaku secara memiliki kesadaran penuh dalam melakukan perbuatannya yang melanggar hukum. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk memperluas penjelasan makna memperlakukan mayat secara tidak beradab dalam pasal 271 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang Undang Hukum Pidana agar tidak menjadi ambiguitas dalam menerapkan hukum terhadap pelaku kejahatan ini dimasa yang akan datang. Perkosaan, mayat, nekrofilia}, abstract = {The transition of the Criminal Code inherited from the Dutch colonial era to Law Number 1 of 2023 which will become the National Criminal Code is a form of development of criminal law in Indonesia. Necrophilia is a sexual disorder that has an attraction to sexual relations with corpses. Meanwhile, corpses are protected legal subjects who have the right to honor and dignity as stated in Article 28G Paragraph (1) of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. Researchers identified the problem, namely, first, how to interpret the meaning related to the phrase "treating corpses in an uncivilized manner" in Article 271 of Law Number 1 of 2023, second, how is the criminal responsibility for perpetrators of criminal acts of rape against corpses. This study uses a normative juridical method with a statutory approach. The theories used in the study include the theory of interpretation and the theory of criminal responsibility. The results of this study indicate that there is still confusion in punishing perpetrators of rape against corpses in the Criminal Code that will be in effect in the future because the meaning in Article 271 is still too broad which causes multi-interpretation and ambiguity of meaning. Criminal responsibility is imposed individually because the perpetrators were fully aware of their unlawful actions. This study recommends expanding the definition of uncivilized treatment of a corpse in Article 271 of Law Number 1 of 2023 concerning the Criminal Code to avoid ambiguity in applying the law to perpetrators of this crime in the future. Rape, corpse, necrophilia}, keywords = {Rape, corpse, necrophilia Perkosaan, mayat, nekrofilia}, url = {https://eprints.untirta.ac.id/57334/} }