<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PENGARUH MCS TERHADAP KINERJA ORGANISASI DENGAN MOTIVASI INTRINSIK DAN EKSTRINSIK SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI PROVINSI BANTEN</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Nayya</mods:namePart><mods:namePart type="family">Nur Oktafiani</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Persaingan global dan ketidakpastian ekonomi menuntut perusahaan manufaktur untuk terus meningkatkan kinerja organisasi agar mampu bertahan dan berkembang secara berkelanjutan. Di Provinsi Banten, sektor manufaktur masih menghadapi tantangan berupa stagnasi kinerja yang dipengaruhi oleh lemahnya sistem pengelolaan internal serta rendahnya motivasi kerja karyawan. Salah satu instrumen manajerial yang berperan penting dalam mengarahkan perilaku organisasi adalah Management Control System (MCS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Management Control System terhadap kinerja organisasi pada perusahaan manufaktur di Provinsi Banten, serta menguji peran motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik sebagai variabel mediasi dalam hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan perusahaan manufaktur yang beroperasi di Provinsi Banten. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antarvariabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Management Control System berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja organisasi. Selain itu, MCS juga terbukti berpengaruh positif terhadap motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik karyawan. Motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik masing-masing memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kinerja organisasi. Lebih lanjut, hasil pengujian mediasi menunjukkan bahwa motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik mampu memediasi pengaruh MCS terhadap kinerja organisasi secara signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan MCS sebagai sarana untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kinerja organisasi pada perusahaan manufaktur di Provinsi Banten dapat ditingkatkan melalui penerapan Management Control System yang efektif dengan dukungan motivasi intrinsik dan ekstrinsik karyawan. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya perusahaan merancang sistem pengendalian manajemen yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga memperhatikan aspek psikologis dan motivasional karyawan guna mencapai kinerja organisasi yang optimal dan berkelanjutan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">HG Finance</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Sultan Ageng Tirtayasa;Akuntansi</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>