%0 Thesis %9 S1 %A SARI, FAUZIAH AULIA %A UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA, %A FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDKAN, %A JURUSAN BAHASA INDONESIA, %B PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA %D 2026 %F eprintuntirta:57325 %I UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA %K enyimak Audio, Menyimak Visual, Menulis Karangan Narasi, Korelasi Product Moment. Audio Listening, Visual Listening, Narrative Writing, Product Moment Correlation %P 182 %T Hubungan Kemampuan Menyimak Audio dan Visual dengan Kemapuan Menulis Karangan Narasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Solear %U https://eprints.untirta.ac.id/57325/ %X This study aims to analyze the relationship between audio and visual listening abilities and narrative writing ability among eighth-grade students of SMP Negeri 4 Solear. Using the product moment correlation method and t-test, this research was conducted at SMP Negeri 4 Solear with a population of 229 students and a sample of 62 students. Data were collected using questionnaires that measure audio listening ability, visual listening ability, and narrative writing ability. This study tested three main hypotheses: the relationship between audio listening ability and narrative writing ability, the relationship between visual listening ability and narrative writing ability, and the relationship between audio and visual listening abilities together with narrative writing ability. The analysis results showed that the hypothesis stating a relationship between audio listening ability and narrative writing ability was not supported, with a correlation coefficient value of r = 0.209, which is smaller than the r-table value of 0.244 at a 5% significance level. Similarly, the hypothesis stating a relationship between visual listening ability and narrative writing ability was not supported, with a correlation coefficient value of r = 0.206, also smaller than the r-table value of 0.244. However, the hypothesis stating a relationship between combined audio and visual listening abilities with narrative writing ability was supported, with a correlation coefficient value of r = 0.89, which is greater than the r-table value of 0.244.It is therefore concluded that the combination of audio and visual listening skills serves as a powerful and essential predictor in supporting the enhancement of students' narrative writing abilities, even though these skills lack individual significance. %Z Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kemampuan menyimak audio dan visual dengan kemampuan menulis karangan narasi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Solear. Menggunakan metode korelasi product moment dan uji t, penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 4 Solear dengan populasi sebanyak 229 siswa dan sampel sebanyak 62 siswa. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur kemampuan menyimak audio, menyimak visual, dan kemampuan menulis karangan narasi. Penelitian ini menguji tiga hipotesis utama: hubungan antara kemampuan menyimak audio dengan kemampuan menulis karangan narasi, hubungan antara kemampuan menyimak visual dengan kemampuan menulis karangan narasi, dan hubungan antara kemampuan menyimak audio dan visual secara bersama-sama dengan kemampuan menulis karangan narasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa hipotesis yang menyatakan terdapat hubungan antara kemampuan menyimak audio dengan kemampuan menulis karangan narasi tidak terbukti, dengan nilai koefisien korelasi r = 0,209 yang lebih kecil dari r tabel 0,244 pada taraf signifikan 5%. Demikian pula, hipotesis yang menyatakan terdapat hubungan antara kemampuan menyimak visual dengan kemampuan menulis karangan narasi tidak terbukti, dengan nilai koefisien korelasi r = 0,206 yang lebih kecil dari r tabel 0,244. Namun, hipotesis yang menyatakan terdapat hubungan antara kemampuan menyimak audio dan visual dengan kemampuan menulis karangan narasi terbukti dengan nilai koefisien korelasi r = 0,89 yang lebih besar dari r tabel 0,244. Dengan demikian, disimpulkan bahwa kombinasi dari menyimak audio dan visual secara bersama-sama merupakan prediktor yang kuat dan esensial dalam mendukung peningkatan kemampuan siswa dalam menulis karangan narasi, meskipun kemampuan tersebut tidak berpengaruh signifikan jika berdiri sendiri.