%0 Thesis %9 S1 %A Sumarni, Helviati Vivi %A Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, %A Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, %A Jurusan Ilmu Pemerintahan, %B Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik %D 2026 %F eprintuntirta:57324 %I Universitas Sultan Ageng Tirtayasa %K Gerakan perempuan, Nasyiatul Aisyiyah, Kabupaten Pandeglang, Perubahan Iklim, Representasi Women's movement, Nasyiatul Aisyiyah, Pandeglang Regency, Climate Change, Representation %P 231 %T Dinamika Potret Representasi Gerakan Perempuan Nasyiatul Aisyiyah dalam Menangani Perubahan Iklim di Kabupaten Pandeglang %U https://eprints.untirta.ac.id/57324/ %X Perubahan iklim merupakan ancaman serius yang secara langsung mempengaruhi aspek sosial, ekonomi, dan ekologi, terutama di daerah pesisir seperti Kabupaten Pandeglang. Kondisi ini menciptakan kerentanan ganda bagi perempuan, yang seringkali terpinggirkan dalam proses pengambilan keputusan. Studi ini menyoroti bagaimana dinamika gerakan perempuan Nasyiatul Aisyiyah mewakili perannya dalam menangani dampak perubahan iklim di Kabupaten Pandeglang. Studi ini menggunakan teori representasi Hanna Pitkin (1967), yang menekankan hubungan antara perwakilan, yang diwakili, kepentingan yang diwakili, dan konteks sosial politik. Dengan metode kualitatif dan pendekatan naratif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi menggunakan teknik triangulasi sumber untuk menjaga validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nasyiatul Aisyiyah berperan aktif dalam program lingkungan melalui inisiatif Program Green Nasyiah, yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan kesadaran ekologis. Model representasi substansial terlihat dalam keberhasilan organisasi dalam memperjuangkan kepentingan perempuan dan masyarakat melalui praktik berkelanjutan. Meskipun masih menghadapi keterbatasan dalam partisipasi publik dan dukungan kebijakan, gerakan Nasyiatul Aisyiyah tidak hanya menjadi agen penggerak ekologis tetapi juga representasi sosial-politik perempuan dalam perubahan iklim. Gerakan perempuan, Nasyiatul Aisyiyah, Kabupaten Pandeglang, Perubahan Iklim, Representasi %Z Climate change is a serious threat that directly affects social, economic, and ecological aspects, especially in coastal areas such as Pandeglang Regency. This condition creates double vulnerability for women, who are often marginalized in decision-making processes. This study highlights how the dynamics of the Nasyiatul Aisyiyah women's movement represent its role in addressing the impacts of climate change in Pandeglang Regency. This study uses Hanna Pitkin's (1967) theory of representation, which emphasizes the relationship between representatives, those represented, the interests represented, and the socio-political context. Using qualitative methods and a narrative approach, data was collected through in-depth interviews, observations, and documentation using source triangulation techniques to maintain validity. The results of the study show that Nasyiatul Aisyiyah plays an active role in environmental programs through the Green Nasyiah Program initiative, which integrates Islamic values with ecological awareness. A model of substantial representation is evident in the organization's success in advocating for women's and community interests through sustainable practices. Despite still facing limitations in public participation and policy support, the Nasyiatul Aisyiyah movement has become not only an ecological agent but also a socio-political representation of women in climate change. Women's movement, Nasyiatul Aisyiyah, Pandeglang Regency, Climate Change, Representation