%X Fenomena kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Indonesia menunjukkan peningkatan kasus dari tahun ke tahun, sehingga menjadi isu sosial yang penting untuk dikaji. Media massa, khususnya film, memiliki peran dalam merepresentasikan realitas sosial, termasuk isu KDRT. Film It Ends with Us (2024) yang disutradarai oleh Justin Baldoni menggambarkan tokoh Lily Bloom sebagai korban kekerasan dalam rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana representasi kekerasan dalam rumah tangga ditampilkan dalam film It Ends with Us. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivisme serta analisis semiotika Roland Barthes yang meliputi makna denotasi, konotasi, dan mitos. Data penelitian diperoleh dari delapan adegan yang merepresentasikan kekerasan dalam rumah tangga, yang dikumpulkan melalui teknik observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film It Ends with Us merepresentasikan tiga bentuk kekerasan dalam rumah tangga, yaitu kekerasan fisik, psikologis, dan seksual. Representasi kekerasan ditampilkan melalui simbol naratif dan visual, seperti ruang domestik yang seharusnya menjadi tempat aman namun justru menjadi ruang kontrol dan dominasi. Selain itu, film ini juga merepresentasikan mitos sosial yang memandang kekerasan sebagai bentuk cinta dan alasan untuk memaafkan pelaku. Meskipun demikian, film ini menampilkan narasi bahwa korban memiliki kekuatan untuk keluar dari siklus kekerasan. %O The phenomenon of domestic violence in Indonesia has shown an increasing number of cases from year to year, making it an important social issue to be examined. Mass media, particularly film, plays a significant role in representing social realities, including the issue of domestic violence. The film It Ends with Us (2024), directed by Justin Baldoni, portrays the character of Lily Bloom as a victim of domestic violence. This study aims to examine how domestic violence is represented in the film It Ends with Us. The research employs a descriptive qualitative approach using a constructivist paradigm and Roland Barthes’ semiotic analysis, which includes the levels of denotation, connotation, and myth. The research data were obtained from eight scenes depicting domestic violence, collected through observation, documentation, and literature review. The results of the study indicate that the film It Ends with Us represents three forms of domestic violence: physical, psychological, and sexual violence. The representation of violence is conveyed through narrative and visual symbols, such as domestic spaces that are expected to be safe but instead become sites of control and domination. Furthermore, the film represents social myths that perceive violence as an expression of love and as a justification for forgiving the perpetrator. Nevertheless, the film also presents a narrative that emphasizes the victim’s strength to break free from the cycle of violence. %L eprintuntirta57314 %K It Ends with Us, Kekerasan dalam Rumah Tangga, Semiotik, Roland Barthes, Film. It Ends with Us, Kekerasan dalam Rumah Tangga, Semiotik, Roland Barthes, Film. %I Universitas Sultan Ageng Tirtayasa %D 2025 %T REPRESENTASI KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) PADA FILM IT ENDS WITH US %A Nina Khairina