<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>IMPLEMENTASI LEAN MANUFACTURING PADA LINI&#13;
PRODUKSI REFRIGERATOR DENGAN METODE VALUE STREAM &#13;
MAPPING UNTUK ELIMINASI PEMBOROSAN (Studi Kasus: PT. Sharp Electronics Indonesia)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Rudini</mods:namePart><mods:namePart type="family">Mulya</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>PT.Sharp Electronics Indonesia merupakan sebuah perusahaan Manufaktur yang &#13;
bergerak pada produksi peralatan elektronik seperti Refrigerator, AC, Washing Machine&#13;
dan LED. Peluang pasar yang masih besar membuat perusahaan perlu meningkatkan&#13;
kinerja produktivitasnya untuk meningkatkan keuntungan besar dengan berusaha&#13;
menurunkan biaya, meningkatkan kualitas dan tepat waktu dalam pengiriman ke&#13;
pelanggan. Untuk mencapai itu perusahaan harus mengetahui berbagai aktifitas apa yang&#13;
dapat meningkatkan nilai tambah (Value Added) produk (jasa/barang), pemborosan&#13;
(Waste) apa saja yang sering terjadi dan bisa memperpendek proses produksi. Oleh karena&#13;
itu diperlukan suatu pendekatan Lean Manufacturing pada industri manufaktur.&#13;
 &#13;
Berdasarkan Penelitian  didapatkan 3 (tiga) Waste skor rata-rata tertinggi yaitu Inventory&#13;
(18,9%), Defect (17,9%) dan Transportation (17,4%). Sedangkan nilai Skor rata-rata&#13;
pemborosan tersebut dikalikan dengan faktor pengali detail mapping, sehingga&#13;
didapatkan detail Mapping Tools yang dominan adalah Process Activity Mapping&#13;
(34,2%), Supply Chain Response Matrix (18,4%), Product Variety Funnel (15,3%),&#13;
Quality Filter Mapping (11,8%), Demand Amplification Mapping (8,4%), Decision Point&#13;
Analysis (7,4%) dan Physical Structure Mapping (4,5%). Setelah dilakukan pembuatan&#13;
Future State Mapping, maka dilakukan juga perhitungan Value Added Activity (VA)&#13;
sebesar (45,14%), Necessary But Non Value Added Activity (NNVA) sebesar (23,30%),&#13;
Non Value Added (NVA) sebesar (5%) dan Value Added to Waste Rasio (82%).</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">HD Industries. Land use. Labor</mods:classification><mods:classification authority="lcc">HD28 Management. Industrial Management</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa;Magister Teknik Industri dan Manajemen</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>