Search for collections on EPrints Repository UNTIRTA

PENGARUH JENIS AIR DAN PH TERHADAP KADAR DAN RECOVERY TEMBAGA DI CIRCUIT ROUGHER-SCAVENGER

KHANSA, JASMINE AMIRA (2026) PENGARUH JENIS AIR DAN PH TERHADAP KADAR DAN RECOVERY TEMBAGA DI CIRCUIT ROUGHER-SCAVENGER. S1 thesis, Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

[img] Text (Fulltext)
Jasmine Amira Khansa_3334210013_Fulltext..pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text (Bab 1)
Jasmine Amira Khansa_3334210013_01.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (Bab 2)
Jasmine Amira Khansa_3334210013_02.pdf
Restricted to Registered users only

Download (347kB)
[img] Text (Bab 3)
Jasmine Amira Khansa_3334210013_03.pdf
Restricted to Registered users only

Download (84kB)
[img] Text (Bab 4)
Jasmine Amira Khansa_3334210013_04.pdf
Restricted to Registered users only

Download (294kB)
[img] Text (Bab 5)
Jasmine Amira Khansa_3334210013_05.pdf
Restricted to Registered users only

Download (68kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Jasmine Amira Khansa_3334210013_Ref..pdf
Restricted to Registered users only

Download (118kB)
[img] Text (Lampiran)
Jasmine Amira Khansa_3334210013_Lamp..pdf
Restricted to Registered users only

Download (862kB)
[img] Text (Cek Plagiasi)
Jasmine Amira Khansa_3334210013_CP.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh jenis air dan variasi pH terhadap kinerja flotasi tembaga pada rangkaian Rougher-Scavenger. Tiga jenis air digunakan sebagai media flotasi, yaitu air laut, air laut treatment, dan air asam tambang (air santong), dengan variasi pH sebesar 9, 10, dan 10,5. Pengujian flotasi dilakukan menggunakan sel flotasi berkapasitas 2 liter dengan skema flotasi kinetik untuk merepresentasikan kondisi operasional di lapangan. Parameter utama yang dianalisis meliputi kadar dan perolehan (recovery) tembaga pada setiap kondisi pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis air dan pH memiliki pengaruh signifikan terhadap performa flotasi tembaga. Air laut treatment secara konsisten memberikan hasil terbaik dibandingkan dua jenis air lainnya, terutama pada pH 10, dengan peningkatan kadar tembaga sekitar 17% dan nilai recovery mencapai 98%. Pada pH 10,5, air laut treatment tetap menunjukkan kinerja optimal dalam menghasilkan kadar tembaga tertinggi, meskipun memerlukan penambahan kapur yang lebih besar akibat sifat penyangga (buffering) pada sistem. Sementara itu, penggunaan air santong cenderung meningkatkan recovery pada pH tinggi, namun diikuti oleh penurunan selektivitas yang tercermin dari kadar tembaga yang lebih rendah. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa pemilihan jenis air flotasi dan pengendalian pH yang tepat merupakan faktor penting dalam meningkatkan efisiensi dan selektivitas proses flotasi tembaga pada circuit Rougher-Scavenger.

Item Type: Thesis (S1)
Contributors:
ContributionContributorsNIP/NIM
Thesis advisorJUNIARSIH, ANDINNIE198406032008122002
Thesis advisorPUTRA, SANDI10308021
Additional Information: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh jenis air dan variasi pH terhadap kinerja flotasi tembaga pada rangkaian Rougher-Scavenger. Tiga jenis air digunakan sebagai media flotasi, yaitu air laut, air laut treatment, dan air asam tambang (air santong), dengan variasi pH sebesar 9, 10, dan 10,5. Pengujian flotasi dilakukan menggunakan sel flotasi berkapasitas 2 liter dengan skema flotasi kinetik untuk merepresentasikan kondisi operasional di lapangan. Parameter utama yang dianalisis meliputi kadar dan perolehan (recovery) tembaga pada setiap kondisi pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis air dan pH memiliki pengaruh signifikan terhadap performa flotasi tembaga. Air laut treatment secara konsisten memberikan hasil terbaik dibandingkan dua jenis air lainnya, terutama pada pH 10, dengan peningkatan kadar tembaga sekitar 17% dan nilai recovery mencapai 98%. Pada pH 10,5, air laut treatment tetap menunjukkan kinerja optimal dalam menghasilkan kadar tembaga tertinggi, meskipun memerlukan penambahan kapur yang lebih besar akibat sifat penyangga (buffering) pada sistem. Sementara itu, penggunaan air santong cenderung meningkatkan recovery pada pH tinggi, namun diikuti oleh penurunan selektivitas yang tercermin dari kadar tembaga yang lebih rendah. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa pemilihan jenis air flotasi dan pengendalian pH yang tepat merupakan faktor penting dalam meningkatkan efisiensi dan selektivitas proses flotasi tembaga pada circuit Rougher-Scavenger.
Subjects: T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy
T Technology > TP Chemical technology
Divisions: 03-Fakultas Teknik
03-Fakultas Teknik > 27201-Jurusan Teknik Metalurgi
Depositing User: Jasmine Amira Khansa
Date Deposited: 26 Feb 2026 03:53
Last Modified: 26 Feb 2026 03:53
URI: http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/58800

Actions (login required)

View Item View Item