satibi, Febrianti (2026) MAKNA RITUAL SEREN TAUN MASYARAKAT ADAT GURADOG KABUPATEN LEBAK, BANTEN. S1 thesis, UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA.
|
Text (skripsi)
FEBRIANTISATIBI_2286220002_FULLTEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (6MB) |
|
|
Text
FEBRIANTISATIBI_2286220002_CP.pdf Download (44MB) |
|
|
Text
FEBRIANTISATIBI_2286220002_01.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
FEBRIANTISATIBI_2286220002_02.pdf Download (309kB) |
|
|
Text
FEBRIANTISATIBI_2286220002_03.pdf Download (399kB) |
|
|
Text
FEBRIANTISATIBI_2286220002_04.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
FEBRIANTISATIBI_2286220002_05.pdf Download (228kB) |
|
|
Text
FEBRIANTISATIBI_2286220002_REF.pdf Download (197kB) |
|
|
Text
FEBRIANTISATIBI_2286220002_LAMP.pdf Download (3MB) |
Abstract
Seren Taun is a traditional ritual that continues to be practiced by the indigenous community of Kasepuhan Guradog as an expression of gratitude for agricultural harvests and as a means of maintaining harmonious relations between humans, nature, and the Creator. This study aims to descriptively examine the stages of the Seren Taun ritual, identify the meanings embedded in each stage, and analyze the strategies employed by the indigenous community to sustain the continuity of the ritual amid ongoing social changes. The research adopts a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. Data validity was ensured through the application of technique triangulation and source triangulation. The findings indicate that the Seren Taun ritual is carried out through a series of structured stages that are interconnected with one another. Each stage embodies symbolic meanings that reflect religious values, social solidarity, adherence to customary norms, and respect for nature as a source of life. Furthermore, the indigenous community of Kasepuhan Guradog employs various strategies to preserve the Seren Taun ritual, including the intergenerational transmission of customary values, the active involvement of younger generations in traditional activities, and the strengthening of customary institutions in regulating and supervising the implementation of the ritual. Thus, the Seren Taun ritual functions not only as a cultural tradition but also as an essential means of maintaining social identity and ensuring the continuity of local wisdom within the indigenous community of Kasepuhan Guradog. Keywords: Seren Taun, Kasepuhan Guradog, traditional ritual, local wisdom, indigenous community.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Additional Information: | Seren Taun merupakan ritual adat yang masih dilaksanakan oleh masyarakat adat Kasepuhan Guradog sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas hasil pertanian sekaligus sarana menjaga keharmonisan hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara deskriptif tahapan pelaksanaan ritual Seren Taun, mengidentifikasi makna yang terkandung dalam setiap tahapan, serta menganalisis strategi yang dilakukan masyarakat adat dalam mempertahankan keberlangsungan ritual tersebut di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui penerapan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan ritual Seren Taun terdiri atas serangkaian tahapan adat yang terstruktur dan memiliki keterkaitan satu sama lain. Setiap tahapan mengandung makna simbolik yang mencerminkan nilai religiusitas, solidaritas sosial, kepatuhan terhadap adat, serta penghormatan terhadap alam sebagai sumber kehidupan. Selain itu, masyarakat adat Kasepuhan Guradog menerapkan berbagai strategi untuk menjaga kelestarian ritual Seren Taun, antara lain melalui pewarisan nilai-nilai adat secara turun-temurun, pelibatan generasi muda dalam kegiatan adat, serta penguatan peran lembaga adat dalam mengatur dan mengawasi pelaksanaan ritual. Dengan demikian, ritual Seren Taun tidak hanya berfungsi sebagai tradisi budaya, tetapi juga berperan penting dalam menjaga identitas sosial dan keberlanjutan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat adat Kasepuhan Guradog. Kata kunci: Seren Taun, Kasepuhan Guradog, ritual adat, kearifan lokal, masyarakat adat. | |||||||||
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HM Sociology |
|||||||||
| Divisions: | 02-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > 87205-Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan | |||||||||
| Depositing User: | Miss Febrianti Satibi | |||||||||
| Date Deposited: | 12 Feb 2026 06:59 | |||||||||
| Last Modified: | 12 Feb 2026 06:59 | |||||||||
| URI: | http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/58108 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
