Saputri, Kirana Assyifa (2026) ANALISIS KETAHANAN PANGAN DAN GIZI RUMAH TANGGA MASYARAKAT ADAT BADUY BERBASIS KEARIFAN LOKAL. S1 thesis, UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA.
|
Text
Kirana Assyifa Saputri_4441220116_Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Text
Kirana Assyifa Saputri_4441220116_CP.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (8MB) |
|
|
Text
Kirana Assyifa Saputri_4441220116_01.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (729kB) |
|
|
Text
Kirana Assyifa Saputri_4441220116_02.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (264kB) |
|
|
Text
Kirana Assyifa Saputri_4441220116_03.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (279kB) |
|
|
Text
Kirana Assyifa Saputri_4441220116_04.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (228kB) |
|
|
Text
Kirana Assyifa Saputri_4441220116_05.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (205kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (211kB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini menganalisis tingkat ketahanan pangan dan kecukupan gizi rumah tangga masyarakat adat Baduy dengan mengintegrasikan indikator kuantitatif kecukupan energi dan protein (AKE dan AKP), pangsa pengeluaran pangan (PPP), dan interpretasi kualitatif kearifan lokal. Dilakukan di Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten, penelitian ini menggunakan survei kuantitatif deskriptif yang didukung oleh wawancara etnografi. Lima informan kunci, yang terdiri dari tokoh adat dan petani, dipilih melalui pengambilan sampel bertujuan karena keterbatasan akses ke masyarakat adat dan kebutuhan untuk menangkap praktik pangan yang spesifik secara budaya. Data statistik dianalisis secara deskriptif, termasuk perhitungan AKE, AKP, dan PPP, sedangkan data kualitatif diinterpretasikan secara tematik untuk mengeksplorasi dimensi budaya dan ekologis dari ketahanan pangan. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi indikator gizi, ekonomi, dan budaya, yang menawarkan penilaian holistik yang jarang dieksplorasi dalam studi ketahanan pangan masyarakat adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar rumah tangga Baduy memiliki ketahanan pangan, dengan tingkat kecukupan energi melebihi 80%, asupan protein memenuhi ambang batas yang direkomendasikan, dan pangsa pengeluaran pangan tetap di bawah 60%. Praktik kearifan lokal seperti leuit (lumbung padi tradisional), rotasi lahan, larangan penggunaan pupuk kimia, dan kerja komunal (gotong royong) memainkan peran penting dalam memastikan stabilitas pangan jangka panjang dan swasembada. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem pangan Baduy sangat selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Nol Kelaparan) melalui ketersediaan pangan lokal, SDG 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik) melalui praktik diet alami, dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengelolaan lahan dan pola konsumsi yang berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Additional Information: | Penelitian ini menganalisis tingkat ketahanan pangan dan kecukupan gizi rumah tangga masyarakat adat Baduy dengan mengintegrasikan indikator kuantitatif kecukupan energi dan protein (AKE dan AKP), pangsa pengeluaran pangan (PPP), dan interpretasi kualitatif kearifan lokal. Dilakukan di Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten, penelitian ini menggunakan survei kuantitatif deskriptif yang didukung oleh wawancara etnografi. Lima informan kunci, yang terdiri dari tokoh adat dan petani, dipilih melalui pengambilan sampel bertujuan karena keterbatasan akses ke masyarakat adat dan kebutuhan untuk menangkap praktik pangan yang spesifik secara budaya. Data statistik dianalisis secara deskriptif, termasuk perhitungan AKE, AKP, dan PPP, sedangkan data kualitatif diinterpretasikan secara tematik untuk mengeksplorasi dimensi budaya dan ekologis dari ketahanan pangan. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi indikator gizi, ekonomi, dan budaya, yang menawarkan penilaian holistik yang jarang dieksplorasi dalam studi ketahanan pangan masyarakat adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar rumah tangga Baduy memiliki ketahanan pangan, dengan tingkat kecukupan energi melebihi 80%, asupan protein memenuhi ambang batas yang direkomendasikan, dan pangsa pengeluaran pangan tetap di bawah 60%. Praktik kearifan lokal seperti leuit (lumbung padi tradisional), rotasi lahan, larangan penggunaan pupuk kimia, dan kerja komunal (gotong royong) memainkan peran penting dalam memastikan stabilitas pangan jangka panjang dan swasembada. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem pangan Baduy sangat selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Nol Kelaparan) melalui ketersediaan pangan lokal, SDG 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik) melalui praktik diet alami, dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengelolaan lahan dan pola konsumsi yang berkelanjutan. | |||||||||
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) | |||||||||
| Divisions: | 04-Fakultas Pertanian 04-Fakultas Pertanian > 54201-Program Studi Agribisnis |
|||||||||
| Depositing User: | KIRANA ASSYIFA SAPUTRI | |||||||||
| Date Deposited: | 05 Feb 2026 02:58 | |||||||||
| Last Modified: | 05 Feb 2026 02:58 | |||||||||
| URI: | http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/57970 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
