Search for collections on EPrints Repository UNTIRTA

PERFORMA ADAPTASI RAJUNGAN (Portunus pelagicus) YANG DIBERI PAKAN IKAN RUCAH BERBEDA

MAULANA, RUBI (2026) PERFORMA ADAPTASI RAJUNGAN (Portunus pelagicus) YANG DIBERI PAKAN IKAN RUCAH BERBEDA. S1 thesis, UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA.

[img] Text
Rubi Maulana_4443210024_Fulltext.pdf

Download (801kB)
[img] Text
Rubi Maulana_4443210024_01.pdf

Download (639kB)
[img] Text
Rubi Maulana_4443210024_02.pdf

Download (263kB)
[img] Text
Rubi Maulana_4443210024_03.pdf

Download (312kB)
[img] Text
Rubi Maulana_4443210024_04.pdf

Download (272kB)
[img] Text
Rubi Maulana_4443210024_05.pdf

Download (193kB)
[img] Text
Rubi Maulana_4443210024_Ref.pdf

Download (223kB)
[img] Text
Rubi Maulana_4443210024_Lamp.pdf

Download (383kB)

Abstract

The production of blue swimming crab in Banten Province has not been recorded from aquaculture and still relies on wild harvest. High demand for blue swimming crab in local and global markets could put its sustainability in the sea at risk. Therefore, this study was conducted to analyze the feed for improving the adaptation performance of blue swimming crab (Portunus pelagicus) using the apartment Recirculating Aquaculture System (RAS) rearing method. The analysis method used a t-test (independent sample t-test) with research parameters including survival rate, stress levels based on THC values, molting frequency, biometric growth, feeding behavior, and water quality. The experimental ratio used three experiments: the first experiment, 100% Upenus sulphureus fish feed (A); the second experiment, 100% Leiognathus sp. Fish feed (B), the third experiment 50% Upenus sulphureus + 50% Leiognathus sp. Fish feed (C). The results of this study indicate that feeding 50% Upenus sulphureus + 50% Leiognathus sp. (C) has a significant effect (α <0.05) based on the t-test analysis on the biometric growth parameter (body weight) and total hemocyte count (THC), with the highest average values of 45±3.37 g and 5.79±0.53×106, respectively.

Item Type: Thesis (S1)
Contributors:
ContributionContributorsNIP/NIM
Thesis advisorHERJAYANTO, MUH.199102012019031010
Thesis advisorHERMAWAN, DODI197803032010121001
Additional Information: Rajungan (Portunus pelagicus) merupakan salah satu komoditas perikanan yang sangat potensial di Indonesia, sehingga banyak dimanfaatkan oleh nelayan karena memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Produksi komoditas rajungan di Provinsi Banten belum tercatat berasal dari hasil budidaya, melainkan masih mengandalkan hasil tangkapan alam. Tingginya permintaan rajungan dalam pasar lokal maupun ekspor dapat menekan kelestarian komoditas rajungan di laut. Hal ini telah terbukti berdasarkan data produksi rajungan dari hasil tangkapan alam di PPN Karangantu yang menurun berturut- turut sebesar 101–75 ton pada tahun 2022–2023. Diperlukan strategi awal dalam pengelolaan pada sektor budidaya rajungan. Salah satu metode pengelolaan rajungan pada tahap pemeliharaan kembali atau domestikasi perlu dilakukan pemberian pakan yang sesuai dengan kebiasaan makan rajungan di habitatnya. Ikan rucah menjadi sasaran utama yang dapat dijadikan sumber makanan karena memenuhi kebutuhan nutrien rajungan dalam proses adaptasi. Oleh karena itu, perlu dilakukannya penelitian terkait perbedaan pemberian pakan ikan rucah untuk menganalisis performa adaptasi rajungan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2025 di Hatchery Tirta Rajungan, Karangantu, Banten. Rajungan yang digunakan berasal dari tangkapan alam dengan bobot 65–75 g/ekor. Wadah pemeliharaannya menggunakan 18 boks kontainer ukuran 10 L sebagai percobaan dan ulangannya yang berisi 1 ekor rajungan disetiap boksnya dengan lama pemeliharaan selama 30 hari. Penelitian ini didesain dengan tiga percobaan pemberian pakan. Percobaan pertama dilakukan dengan pemberian 100% ikan kuniran (A), percobaan kedua dilakukan dengan pemberian 100% ikan pepetek (B), dan percobaan ketiga pemberian 50% ikan kuniran + 50% ikan pepetek (C). Setiap percobaan diulang sebanyak 6 kali. Parameter penelitian yang diamati meliputi: kelangsungan hidup, tingkat stres berdasarkan nilai THC, frekuensi molting, pertumbuhan biometrik, tingkah laku terhadap pakan, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan ikan rucah yang berbeda memberikan dampak positif terhadap seluruh parameter uji yang diamati, khususnya parameter pertumbuhan biometrik rajungan yaitu bobot tubuh pada perlakuan C yang berpengaruh nyata (α <0,05) berdasarkan hasil analisis uji t dengan nilai rata-rata sebesar 45±3,37 g serta didukung dengan parameter total hemocyte count (THC) yang mendapat nilai rata-rata sebesar 5,79±0,53×106 pada akhir pemeliharaan.
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions: 04-Fakultas Pertanian
04-Fakultas Pertanian > 54244-Program Studi Ilmu Perikanan
Depositing User: Mr Rubi Maulana
Date Deposited: 03 Feb 2026 04:53
Last Modified: 03 Feb 2026 04:53
URI: http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/57908

Actions (login required)

View Item View Item