Search for collections on EPrints Repository UNTIRTA

ANALISIS PERFORMA ALAT EVAPORATOR VAKUM PADA PROSES PRODUKSI GULA AREN CAIR MENGGUNAKAN ENERGI SURYA

Daman Huri, Daman (2026) ANALISIS PERFORMA ALAT EVAPORATOR VAKUM PADA PROSES PRODUKSI GULA AREN CAIR MENGGUNAKAN ENERGI SURYA. Master thesis, Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

[img] Text (Fulltext)
DAMAN HURI_7790240001_FULL TEXT.pdf - Draft Version

Download (2MB)
[img] Text
DAMAN HURI_7790240001_02.pdf

Download (507kB)
[img] Text
DAMAN HURI_7790240001_03.pdf

Download (373kB)
[img] Text
DAMAN HURI_7790240001_04.pdf

Download (519kB)
[img] Text
DAMAN HURI_7790240001_05.pdf

Download (195kB)
[img] Text
DAMAN HURI_7790240001_01.pdf

Download (1MB)
[img] Text
DAMAN HURI_779024001_CP.pdf

Download (15MB)

Abstract

Proses pengolahan nira cair menjadi gula aren memerlukan waktu yang panjang dan pengendalian kondisi pemanasan yang tepat agar kualitas produk tetap terjaga. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan sistem evaporator berbasis vakum yang dilengkapi pemantauan otomatis, sehingga proses penguapan dapat berlangsung lebih cepat dan terukur. Pengujian dilakukan menggunakan dua sumber panas, yaitu kompor dan heater listrik, dengan tujuan melihat perbedaan laju penguapan, kebutuhan energi, serta perubahan konsentrasi gula (Brix) pada setiap variasi massa liquid. Selama pengujian, parameter seperti massa, suhu, tekanan vakum, daya, energi, dan nilai Brix dicatat secara berkala, kemudian dianalisis untuk mengetahui performa masing-masing metode pemanasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanasan menggunakan kompor menghasilkan laju evaporasi yang lebih tinggi dibandingkan heater 500 W. Hal ini dipengaruhi oleh suhu pemanasan kompor yang mampu mencapai 60–65°C, sementara heater hanya stabil pada kisaran 50°C. Berdasarkan perhitungan energi, kompor menguapkan massa lebih besar dalam waktu lebih singkat, sedangkan heater membutuhkan energi lebih besar per kilogram air yang diuapkan. Analisis Brix memperlihatkan kecenderungan logis bahwa penurunan massa diikuti peningkatan konsentrasi gula, dengan selisih tertentu antara Brix aktual dan teoritis akibat faktor suhu, viskositas, serta karakteristik termal nira selama pemanasan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa sistem evaporator vakum dapat bekerja lebih efisien ketika sumber panas mampu memberikan temperatur tinggi secara stabil. Sistem pemantauan otomatis juga membantu memperlihatkan pola perubahan massa dan konsentrasi secara lebih jelas, sehingga proses dapat dievaluasi secara kuantitatif.

Item Type: Thesis (Master)
Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
T Technology > TS Manufactures
T Technology > TX Home economics
Depositing User: DAMAN HURI
Date Deposited: 29 Jan 2026 05:03
Last Modified: 29 Jan 2026 05:03
URI: http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/57746

Actions (login required)

View Item View Item