APRILLYA FEBRYANTI, DYESSA (2026) PENERAPAN EXPERIENTAL LEARNING METHOD UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MERAWAT DIRI DALAM KONTEKS MENGGUNAKAN DAN MEMBERSIHKAN PEMBALUT ANAK DENGAN HAMBATAN INTELEKTUAL KELAS IX DI SKH NEGERI 02 KOTA SERANG. S1 thesis, UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA.
|
Text
DYESSA APRILLYA FEBRYANTI_2287210066_FULLTEXT.pdf Download (18MB) |
|
|
Text
DYESSA APRILLYA FEBRYANTI_2287210066_CP.pdf Download (17MB) |
|
|
Text
DYESSA APRILLYA FEBRYANTI_2287210066_01.pdf Download (691kB) |
|
|
Text
DYESSA APRILLYA FEBRYANTI_2287210066_02.pdf Download (397kB) |
|
|
Text
DYESSA APRILLYA FEBRYANTI_2287210066_03.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
DYESSA APRILLYA FEBRYANTI_2287210066_04.pdf Download (340kB) |
|
|
Text
DYESSA APRILLYA FEBRYANTI_2287210066_05.pdf Download (103kB) |
|
|
Text
DYESSA APRILLYA FEBRYANTI_2287210066_REF.pdf Download (117kB) |
|
|
Text
DYESSA APRILLYA FEBRYANTI_2287210066_LAMP.pdf Download (20MB) |
Abstract
The issue of low self-care ability among female students with intellectual disabilities, particularly in using and cleaning sanitary pads during menstruation, serves as the background of this study. This condition indicates that conventional learning methods have not been effective in helping students understand self-hygiene procedures independently. Therefore, this research aims to determine the extent to which the implementation of the Experiential Learning method can improve the self-care skills of a ninth-grade student with an intellectual disability at SKh Negeri 02 Kota Serang. The study employed a quantitative approach with a Single Subject Research (SSR) design using the A1-B-A2 model. The research subject was a female student with a moderate intellectual disability. Data were collected through observation and performance tests and analyzed descriptively and quantitatively. The results showed a significant improvement in the student’s ability to use and clean sanitary pads—from 15–22% in the baseline 1 (A1) phase, where the student performed self-care independently, to 38–66% during the intervention (B) phase due to the application of the Experiential Learning method. This progress stabilized in the baseline 2 (A2) phase, reaching an average of 45–68%, as repeated experiential stimuli helped the student recall the necessary steps in menstrual hygiene. These findings demonstrate that the Experiential Learning method, which emphasizes direct experience and repetitive practice, is effective in helping students understand and apply menstrual hygiene skills independently. Thus, this method can serve as an alternative approach in self-care learning programs in special education schools. Keywords: Experiential Learning, intellectual disability, independence, self-care, sanitary pads.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Additional Information: | Permasalahan rendahnya kemampuan merawat diri pada siswi dengan hambatan intelektual, khususnya dalam menggunakan dan membersihkan pembalut saat menstruasi, menjadi latar belakang penelitian ini. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran konvensional belum efektif dalam membantu anak memahami langkah-langkah kebersihan diri secara mandiri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan metode Experiential Learning dapat meningkatkan kemampuan merawat diri siswi tunagrahita kelas IX di SKh Negeri 02 Kota Serang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pendekatan experiment desain Single Subject Research (SSR) model A1-B-A2. Subjek penelitian adalah seorang siswi dengan hambatan intelektual sedang. Data diperoleh melalui observasi dan tes perbuatan yang kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswi dalam menggunakan dan membersihkan pembalut meningkat signifikan dari baseline 1 (A1) sebesar 15–22%, pada tahap ini adalah kondisi murni anak melakukan kegiatan merawat diri tanpa bantuan dan naik pada fase intervensi (B) menjadi 38–66% hasilnya meningkat karena adanya stimulus serta perlakuan dengan metode experiental learning dari peneliti sehingga stabil di baseline 2 (A2) dengan rata-rata 45–68% karena setelah diberikan stimulus yang berulang, anak dapat mengingat tahapan-tahapan yang harus dilakukan pada saat menggunakan dan membersihkan pembalut. Peningkatan tersebut membuktikan bahwa metode Experiential Learning, yang menekankan pada pengalaman langsung dan latihan berulang, efektif dalam membantu anak memahami dan menerapkan keterampilan kebersihan menstruasi secara mandiri. Dengan demikian, metode ini dapat dijadikan alternatif pembelajaran bina diri di sekolah luar biasa. Kata kunci: Experiential Learning, hambatan intelektual, kemandirian, merawat diri, pembalut. | |||||||||
| Subjects: | L Education > L Education (General) | |||||||||
| Divisions: | 02-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 02-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > 86202-Jurusan Pendidikan Khusus |
|||||||||
| Depositing User: | Dyessa Aprillya Febryanti | |||||||||
| Date Deposited: | 28 Jan 2026 08:59 | |||||||||
| Last Modified: | 28 Jan 2026 08:59 | |||||||||
| URI: | http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/57718 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
