Search for collections on EPrints Repository UNTIRTA

SISTEM NON DESTRUCTIVE TEST ULTRASONIK UNTUK DETEKSI KONDISI KAYU

Maulidiani, Rizqi (2026) SISTEM NON DESTRUCTIVE TEST ULTRASONIK UNTUK DETEKSI KONDISI KAYU. S1 thesis, Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

[img] Text (Fulltext)
Rizqi Maulidiani_3332200023_Fulltext.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB)
[img] Text (Bab 1)
Rizqi Maulidiani_3332200023_01.pdf
Restricted to Registered users only

Download (811kB)
[img] Text (Bab 2)
Rizqi Maulidiani_3332200023_02.pdf
Restricted to Registered users only

Download (784kB)
[img] Text (Bab 3)
Rizqi Maulidiani_3332200023_03.pdf
Restricted to Registered users only

Download (762kB)
[img] Text (Bab 4)
Rizqi Maulidiani_3332200023_04.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (Bab 5)
Rizqi Maulidiani_3332200023_05.pdf
Restricted to Registered users only

Download (173kB)
[img] Text (Daftar Referensi)
Rizqi Maulidiani_3332200023_Ref.pdf
Restricted to Registered users only

Download (212kB)
[img] Text (Lampiran)
Rizqi Maulidiani_3332200023_Lamp.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text (Cek Plagiarisme)
Rizqi Maulidiani_3332200023_CP.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB)

Abstract

Kayu merupakan material konstruksi yang banyak digunakan, namun sering memiliki cacat internal seperti rongga atau lubang yang sulit dideteksi secara visual. Metode pengujian konvensional bersifat merusak sehingga diperlukan metode uji tak merusak untuk mendeteksi kondisi internal kayu. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem Non Destructive Test (NDT) berbasis ultrasonik untuk deteksi kondisi kayu. Sistem menggunakan generator pulsa berbasis DDS AD9850 yang dikendalikan Arduino Nano untuk membangkitkan sinyal ultrasonik dengan parameter frekuensi, tegangan, dan duty cycle yang dapat diatur. Gelombang ultrasonik dipancarkan melalui kayu Albasia dan diterima kembali oleh transduser penerima, kemudian dianalisis berdasarkan amplitudo dan tegangan sinyal. Pengujian dilakukan pada kayu normal dan kayu berlubang dengan variasi ketebalan 10–35 mm. Hasil pengujian menunjukkan frekuensi 40 kHz menghasilkan amplitudo tertinggi sebagai kondisi resonansi sistem. Peningkatan tegangan eksitasi dari 10 V hingga 30 V meningkatkan amplitudo sinyal secara linear dengan kondisi optimal pada duty cycle 50%. Pada kayu normal diperoleh tegangan penerimaan sebesar 1133 mV hingga 468,8 mV, sedangkan pada kayu berlubang menurun menjadi 625,0 mV hingga 250,0 mV dengan persentase penurunan 44,84% hingga 50,00% dan rata-rata sebesar 48,85% terhadap kayu normal. Perbedaan amplitudo tersebut menunjukkan adanya redaman gelombang akibat lubang internal, sehingga sistem mampu membedakan kayu normal dan berlubang secara efektif.

Item Type: Thesis (S1)
Contributors:
ContributionContributorsNIP/NIM
Thesis advisorMUTTAKIN, IMAMUL198705262014041001
Thesis advisorALFANZ, ROCKY198103282010121001
Additional Information: Kayu merupakan material konstruksi yang banyak digunakan, namun sering memiliki cacat internal seperti rongga atau lubang yang sulit dideteksi secara visual. Metode pengujian konvensional bersifat merusak sehingga diperlukan metode uji tak merusak untuk mendeteksi kondisi internal kayu. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem Non Destructive Test (NDT) berbasis ultrasonik untuk deteksi kondisi kayu. Sistem menggunakan generator pulsa berbasis DDS AD9850 yang dikendalikan Arduino Nano untuk membangkitkan sinyal ultrasonik dengan parameter frekuensi, tegangan, dan duty cycle yang dapat diatur. Gelombang ultrasonik dipancarkan melalui kayu Albasia dan diterima kembali oleh transduser penerima, kemudian dianalisis berdasarkan amplitudo dan tegangan sinyal. Pengujian dilakukan pada kayu normal dan kayu berlubang dengan variasi ketebalan 10–35 mm. Hasil pengujian menunjukkan frekuensi 40 kHz menghasilkan amplitudo tertinggi sebagai kondisi resonansi sistem. Peningkatan tegangan eksitasi dari 10 V hingga 30 V meningkatkan amplitudo sinyal secara linear dengan kondisi optimal pada duty cycle 50%. Pada kayu normal diperoleh tegangan penerimaan sebesar 1133 mV hingga 468,8 mV, sedangkan pada kayu berlubang menurun menjadi 625,0 mV hingga 250,0 mV dengan persentase penurunan 44,84% hingga 50,00% dan rata-rata sebesar 48,85% terhadap kayu normal. Perbedaan amplitudo tersebut menunjukkan adanya redaman gelombang akibat lubang internal, sehingga sistem mampu membedakan kayu normal dan berlubang secara efektif.
Subjects: T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
Divisions: 03-Fakultas Teknik > 20201-Jurusan Teknik Elektro
Depositing User: Rizqi Maulidiani
Date Deposited: 22 Jan 2026 04:51
Last Modified: 22 Jan 2026 04:51
URI: http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/57383

Actions (login required)

View Item View Item