Wahyuni, Putri (2026) KEANEKARAGAMAN JENIS GULMA DI PERKEBUNAN KOPI GUNUNG KARANG DESA SWADAYA KECAMATAN KARANG TANJUNG KABUPATEN PANDEGLANG. S1 thesis, UIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA.
|
Text
Putri Wahyuni_4442210029_Fulltext.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
Putri Wahyuni_4442210029_01.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Putri Wahyuni_4442210029_02.pdf Download (372kB) |
|
|
Text
Putri Wahyuni_4442210029_03.pdf Download (468kB) |
|
|
Text
Putri Wahyuni_4442210029_04.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Putri Wahyuni_4442210029_05.pdf Download (194kB) |
|
|
Text
Putri Wahyuni_Ref.pdf Download (495kB) |
|
|
Text
Putri Wahyuni_4442210029_Lamp.pdf Download (1MB) |
Abstract
This study aims to determine the diversity and dominance of weeds in coffee plantations at Gunung Karang, Swadaya Village, Karang Tanjung District, Pandeglang Regency. The method used was a belt transect with a plot size of 1 × 1 m at three different elevations: 500, 600, and 700 meters above sea level (masl). The results showed that weed diversity was relatively high, with a total of 20 species belonging to 14 families. The composition and dominance of weeds varied across elevations. At 500 masl, the dominant weed was Oplismenus compositus (Poaceae), while at 600 masl, Synedrella nodiflora (Asteraceae) and Peperomia pellucida (Piperaceae) were dominant. At 700 masl, Spermacoce latifolia (Rubiaceae) exhibited the highest Important Value Index (IVI), indicating high adaptability and competitiveness in highland areas. Environmental factors such as light intensity, humidity, and elevation were found to influence weed diversity and community structure. The dominance of certain weed species may inhibit coffee plant growth, suggesting the need for effective and sustainable weed management strategies, for example, by means of an integrated control approach that includes manual, mechanical and technical cultural methods, such as routine weeding and the use of competitive ground cover plants.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Additional Information: | Gulma adalah tumbuhan yang tumbuh pada suatu tempat dan waktu tertentu namun kehadirannya tidak diinginkan oleh manusia. Keberadaan gulma di antara tanaman budidaya memiliki keragaman jenis dan tingkat dominansi yang berbedabeda. Jenis gulma dengan dominansi tinggi dapat menyebabkan kerugian besar dan menurunkan produktivitas tanaman. Keragaman gulma dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti intensitas cahaya, ketersediaan unsur hara, pengolahan tanah, teknik budidaya, jarak atau kerapatan tanam, serta umur tanaman. Sebaran gulma di setiap wilayah juga bervariasi tergantung pada faktor-faktor tersebut. Oleh karena itu, mengenali serta mengidentifikasi jenis gulma yang dominan menjadi langkah awal yang penting dalam menentukan efektivitas strategi pengendalian gulma. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis gulma dan menentukan gulma dominan pada perkebunan kopi Gunung Karang, Desa Swadaya, Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang. Penelitian dilaksanakan pada ketinggian 500, 600, dan 700 mdpl selama Juni–Juli 2025, dengan pengolahan sampel di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman gulma pada lahan pertanaman kopi di Gunung Karang tergolong cukup tinggi, dengan ditemukan 20 jenis gulma dari 14 famili. Komposisi dan dominansi gulma berbeda pada tiap ketinggian. Di ketinggian 500 mdpl, gulma yang dominan adalah Oplismenus compositus (Poaceae), sedangkan pada 600 mdpl dominansi bergeser ke Synedrella nodiflora (Asteraceae) dan Peperomia pellucida (Piperaceae). Pada 700 mdpl, Spermacoce latifolia (Rubiaceae) menjadi gulma yang paling mendominasi dengan nilai INP tertinggi, menandakan kemampuan adaptasi dan daya saing yang kuat di dataran tinggi. Variasi dominansi ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti intensitas cahaya, kelembapan udara, dan ketinggian tempat. Secara keseluruhan, dominansi gulma tertentu dapat mengganggu pertumbuhan tanaman kopi, sehingga diperlukan penerapan strategi pengendalian gulma yang efektif dan berkelanjutan, misalnya dengan cara pendekatan pengendalian terpadu yang mencakup cara manual, mekanis, dan kultur teknis, seperti penyiangan rutin serta pemanfaatan tanaman penutup tanah yang kompetitif. | |||||||||
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) | |||||||||
| Divisions: | 04-Fakultas Pertanian > 54211-Program Studi Agroekoteknologi | |||||||||
| Depositing User: | Mrs Putri Wahyuni | |||||||||
| Date Deposited: | 20 Jan 2026 04:50 | |||||||||
| Last Modified: | 20 Jan 2026 04:50 | |||||||||
| URI: | http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/57287 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
