Adiputra, Alvianto Dwiansyah Hubungan kejadian Emotional Eating terhadap Berat Badan Berlebih pada Mahasiswa Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. International Journal of Medicine and Public Health (INOMED). (Submitted)
|
Text
Naskah Penelitian Skripsi_Alvianto Dwiansyah Adiputra_8881210017 FIX_Full text.pdf Download (10MB) |
|
|
Text
Naskah Penelitian Skripsi_Alvianto Dwiansyah Adiputra_8881210017 FIX_Full text.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (909kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (818kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (503kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (376kB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Download (227kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (375kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (8MB) |
Abstract
Latar Belakang : Emotional eating adalah fenomena perilaku makan yang dipicu oleh emosi, terutama emosi negatif seperti stres, kecemasan, atau depresi. Perilaku ini menjadi perhatian khusus dalam kesehatan masyarakat karena kontribusinya terhadap berat badan berlebih dan prevalensi obesitas di berbagai kelompok usia. Prevalensi dari kondisi emotional eating sendiri cenderung lebih tinggi pada individu yang mengalami tekanan emosional atau stres kronis, seperti mahasiswa yang menghadapi beban akademik atau pekerja dengan tekanan pekerjaan. Dalam konteks populasi tertentu, seperti mahasiswa kedokteran, peningkatan berat badan sering kali dipengaruhi oleh gaya hidup yang kurang sehat akibat tekanan akademik yang tinggi. Stres akibat beban akademik yang berat dapat memicu perilaku makan yang tidak sehat, salah satunya adalah emotional eating, yaitu kecenderungan untuk makan berlebihan sebagai respons terhadap emosi negatif seperti stres, kecemasan, atau kesedihan. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observatif analitik dengan menggunakan desain studi cross-sectional dan teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan tujuan untuk mengevaluasi hubungan antara emotional eating sebagai variabel independen dengan berat badan berlebih sebagai variabel dependen, pada mahasiswa kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Hasil : Jumlah mahasiswa kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang mempunyai kebiasaan emotional eating sebanyak 38 mahasiswa (50.7%), jumlah mahasiswa yang memiliki berat badan berlebih sebanyak 28 mahasiswa (37.3%). Kemudian jumlah mahasiswa yang memiliki berat badan berlebih dan mempunyai kebiasaan emotional eating sebanyak 16 mahasiswa (21.30%) dan jumlah mahasiswa yang tidak memiliki berat badan berlebih dan tidak mempunyai kebiasaan emotional eating sebanyak 25 mahasiswa (33.30%). Kesimpulan : Ditemukan hubungan yang tidak signifikan antara kejadian emotional eating dengan berat badan berlebih pada mahasiswa kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Kata Kunci : emotional eating; berat badan berlebih; mahasiswa kedokteran; fakultas kedokteran
| Item Type: | Article | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Additional Information: | Latar Belakang : Emotional eating adalah fenomena perilaku makan yang dipicu oleh emosi, terutama emosi negatif seperti stres, kecemasan, atau depresi. Perilaku ini menjadi perhatian khusus dalam kesehatan masyarakat karena kontribusinya terhadap berat badan berlebih dan prevalensi obesitas di berbagai kelompok usia. Prevalensi dari kondisi emotional eating sendiri cenderung lebih tinggi pada individu yang mengalami tekanan emosional atau stres kronis, seperti mahasiswa yang menghadapi beban akademik atau pekerja dengan tekanan pekerjaan. Dalam konteks populasi tertentu, seperti mahasiswa kedokteran, peningkatan berat badan sering kali dipengaruhi oleh gaya hidup yang kurang sehat akibat tekanan akademik yang tinggi. Stres akibat beban akademik yang berat dapat memicu perilaku makan yang tidak sehat, salah satunya adalah emotional eating, yaitu kecenderungan untuk makan berlebihan sebagai respons terhadap emosi negatif seperti stres, kecemasan, atau kesedihan. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observatif analitik dengan menggunakan desain studi cross-sectional dan teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan tujuan untuk mengevaluasi hubungan antara emotional eating sebagai variabel independen dengan berat badan berlebih sebagai variabel dependen, pada mahasiswa kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Hasil : Jumlah mahasiswa kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang mempunyai kebiasaan emotional eating sebanyak 38 mahasiswa (50.7%), jumlah mahasiswa yang memiliki berat badan berlebih sebanyak 28 mahasiswa (37.3%). Kemudian jumlah mahasiswa yang memiliki berat badan berlebih dan mempunyai kebiasaan emotional eating sebanyak 16 mahasiswa (21.30%) dan jumlah mahasiswa yang tidak memiliki berat badan berlebih dan tidak mempunyai kebiasaan emotional eating sebanyak 25 mahasiswa (33.30%). Kesimpulan : Ditemukan hubungan yang tidak signifikan antara kejadian emotional eating dengan berat badan berlebih pada mahasiswa kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Kata Kunci : emotional eating; berat badan berlebih; mahasiswa kedokteran; fakultas kedokteran | |||||||||
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RC Internal medicine |
|||||||||
| Divisions: | 07-Fakultas Kedokteran > 11201-Prodi Kedokteran | |||||||||
| Depositing User: | ALVIANTO DWIANSYAH ADIPUTRA | |||||||||
| Date Deposited: | 15 Jan 2026 09:18 | |||||||||
| Last Modified: | 15 Jan 2026 09:18 | |||||||||
| URI: | http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/57187 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
