ATS-TSABIT, MUHAMMAD MIQDAD (2025) PENGUJIAN NON-DESTRUCTIVE TESTING (NDT) CACAT LAS PIPA BAJA MENGGUNAKAN SENSOR BERBASIS MAGNETIC INDUCTION TOMOGRAPHY DENGAN VARIABEL JARAK TEMPUH DAN GESER. S1 thesis, FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA.
|
Text
M. MIQDAD ATS-TSABIT_3334210082_FULLTEXT.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (18MB) |
|
|
Text
M. MIQDAD ATS-TSABIT_3334210082_CP.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (13MB) |
|
|
Text
M. MIQDAD ATS-TSABIT_3334210082_01.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (14MB) |
|
|
Text
M. MIQDAD ATS-TSABIT_3334210082_02.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (826kB) |
|
|
Text
M. MIQDAD ATS-TSABIT_3334210082_03.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (917kB) |
|
|
Text
M. MIQDAD ATS-TSABIT_3334210082_04.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
M. MIQDAD ATS-TSABIT_3334210082_05.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (100kB) |
|
|
Text
M. MIQDAD ATS-TSABIT_3334210082_Ref.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (169kB) |
|
|
Text
M. MIQDAD ATS-TSABIT_3334210082_Lamp.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (654kB) |
Abstract
Penggunaan pipa baja sangat luas diterapkan dalam dunia industri, terutama industri minyak dan gas. Pipa baja yang digunakan dalam industri minyak dan gas harus berkualitas tinggi dan terbebas dari cacat yang dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi perusahaan hingga menimbulkan kerugian. Oleh karena itu, kontrol mutu hasil pengelasan pipa baja menjadi sangat penting. Radiography Testing (RT) merupakan metode NDT yang sering digunakan untuk inspeksi pipa baja kualitas tinggi tetapi memiliki beberapa kelemahan, yaitu risiko bahaya radiasi, membutuhkan waktu yang lama, dan biaya operasional yang tinggi. Magnetic Induction Tomography (MIT) hadir sebagai alternatif untuk inspeksi pipa baja kualitas tinggi karena memiliki beberapa kelebihan yaitu tidak memiliki risiko bahaya radiasi, waktu yang relatif singkat, dan biaya operasional yang efisien. Penelitian ini menggunakan MIT berbasis Welding Inspection System (WELINS) yang meliputi sensor MIT, Data Acquisiton System (DAS), dan komputer. Berdasarkan penelitian sebelumnya, sensor MIT mampu mendeteksi cacat las beserta jenis dan kedalamannya tetapi belum diketahui keandalan sensor MIT untuk inspeksi pipa baja dan tidak digunakan variabel jarak tempuh dan geser. Jarak tempuh adalah jarak total dalam inspeksi, sedangkan jarak geser adalah jarak antar titik inspeksi satu dengan lainnya. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan proses inspeksi pipa baja tipe SS400 dengan mengukur nilai impedansi menggunakan variabel jarak tempuh dan geser. Jarak tempuh yang digunakan pada penelitian ini yaitu 25, 50, dan 75 cm serta jarak geser yang digunakan yaitu 0,5; 1; 2; 4; dan 6 cm. Data impedansi kemudian dianalisis melalui pendekatan Principal Component Analysis (PCA) 2 dan 3 dimensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensitivitas sensor MIT meningkat seiring penurunan jarak tempuh dan jarak geser. Demikian sebaliknya, peningkatan kedua variabel tersebut menyebabkan penurunan sensitivitas sensor MIT. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh jarak tempuh inspeksi optimal menggunakan sensor MIT adalah 25 cm, sementara jarak geser paling efektif sebesar 0,5 cm. Dengan demikian, penelitian ini membuktikan bahwa sensor MIT berbasis WELINS dapat menjadi metode alternatif untuk inspeksi cacat las pipa baja dalam industri minyak dan gas.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Additional Information: | Penggunaan pipa baja sangat luas diterapkan dalam dunia industri, terutama industri minyak dan gas. Pipa baja yang digunakan dalam industri minyak dan gas harus berkualitas tinggi dan terbebas dari cacat yang dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi perusahaan hingga menimbulkan kerugian. Oleh karena itu, kontrol mutu hasil pengelasan pipa baja menjadi sangat penting. Radiography Testing (RT) merupakan metode NDT yang sering digunakan untuk inspeksi pipa baja kualitas tinggi tetapi memiliki beberapa kelemahan, yaitu risiko bahaya radiasi, membutuhkan waktu yang lama, dan biaya operasional yang tinggi. Magnetic Induction Tomography (MIT) hadir sebagai alternatif untuk inspeksi pipa baja kualitas tinggi karena memiliki beberapa kelebihan yaitu tidak memiliki risiko bahaya radiasi, waktu yang relatif singkat, dan biaya operasional yang efisien. Penelitian ini menggunakan MIT berbasis Welding Inspection System (WELINS) yang meliputi sensor MIT, Data Acquisiton System (DAS), dan komputer. Berdasarkan penelitian sebelumnya, sensor MIT mampu mendeteksi cacat las beserta jenis dan kedalamannya tetapi belum diketahui keandalan sensor MIT untuk inspeksi pipa baja dan tidak digunakan variabel jarak tempuh dan geser. Jarak tempuh adalah jarak total dalam inspeksi, sedangkan jarak geser adalah jarak antar titik inspeksi satu dengan lainnya. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan proses inspeksi pipa baja tipe SS400 dengan mengukur nilai impedansi menggunakan variabel jarak tempuh dan geser. Jarak tempuh yang digunakan pada penelitian ini yaitu 25, 50, dan 75 cm serta jarak geser yang digunakan yaitu 0,5; 1; 2; 4; dan 6 cm. Data impedansi kemudian dianalisis melalui pendekatan Principal Component Analysis (PCA) 2 dan 3 dimensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensitivitas sensor MIT meningkat seiring penurunan jarak tempuh dan jarak geser. Demikian sebaliknya, peningkatan kedua variabel tersebut menyebabkan penurunan sensitivitas sensor MIT. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh jarak tempuh inspeksi optimal menggunakan sensor MIT adalah 25 cm, sementara jarak geser paling efektif sebesar 0,5 cm. Dengan demikian, penelitian ini membuktikan bahwa sensor MIT berbasis WELINS dapat menjadi metode alternatif untuk inspeksi cacat las pipa baja dalam industri minyak dan gas. | |||||||||
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy |
|||||||||
| Divisions: | 03-Fakultas Teknik 03-Fakultas Teknik > 27201-Jurusan Teknik Metalurgi |
|||||||||
| Depositing User: | Mr Muhammad Miqdad Ats-Tsabit | |||||||||
| Date Deposited: | 30 Dec 2025 04:12 | |||||||||
| Last Modified: | 30 Dec 2025 04:12 | |||||||||
| URI: | http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/56956 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
