NURASIYAH, SITI (2025) PENDUGAAN STATUS TROFIK AIR BALONG RANCA LENTAH, RANGKASBITUNG, LEBAK, BANTEN. S1 thesis, UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA.
|
Text (SKRIPSI)
Skripsi Siti Nurasiyah_4443210015.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
Fle Skripsi Siti Nurasiyah Cover - BAB 1- Daftar Pustak.pdf Download (589kB) |
|
|
Text
Skripsi Siti Nurasiyah-halaman-2.pdf Download (237kB) |
|
|
Text
Skripsi Siti Nurasiyah-halaman-3.pdf Download (240kB) |
|
|
Text
Skripsi Siti Nurasiyah-halaman-4.pdf Download (283kB) |
|
|
Text
Skripsi Siti Nurasiyah-halaman-5.pdf Download (86kB) |
|
|
Text
Skripsi Siti Nurasiyah-Daftar Pustaka.pdf Download (102kB) |
|
|
Text
Skripsi Siti Nurasiyah-Lampiran.pdf Download (670kB) |
Abstract
Balong Ranca Lentah in Rangkasbitung, Banten, is an aquatic ecosystem utilized as a public space, tourist destination, and fishing area. Community activities surrounding this area potentially increase nutrient loads, thereby affecting water quality and trophic status. This study aimed to determine the trophic status of Balong Ranca Lentah using the Carlson Trophic State Index (TSI) method. The research was conducted from July to August 2025 at four observation stations with three sampling periods. Water quality parameters measured included temperature, pH, dissolved oxygen (DO), transparency, total phosphate, and chlorophyll-a. Measurements were carried out in situ using a thermometer, pH meter, DO meter, and Secchi disk, while phosphate and chlorophyll-a analyses were conducted ex situ in the laboratory. TSI values were calculated from transparency, phosphate, and chlorophyll-a according to Carlson (1977). Results showed that water temperature ranged from 27.5–28.9 °C, pH 6.69–8.94, secchi disk 0.13-0.33 m, DO 0.8–13.2 mg/L, phosphate 143,00-858,00 mg/m3, and chlorophyll-a 262.81-488.57 mg/m3. The TSI values ranged from 87.03–90.17 with an average of 88.42, indicating that Balong Ranca Lentah falls into the hypereutrophic category. This condition reflects extremely high fertility due to excessive nutrient input from surrounding human activities. Thus, Balong Ranca Lentah is highly productive but at risk of ecological degradation if not properly managed. Recommended management efforts include controlling domestic waste inputs, applying riparian vegetation to absorb excess nutrients, and raising community awareness for sustainable aquatic resource management. Keywords: Balong ranca lentah, hypertrophic, trophic state index
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Additional Information: | Balong Ranca Lentah di Rangkasbitung, Banten, merupakan ekosistem perairan buatan yang berfungsi sebagai ruang publik, destinasi wisata, sekaligus area pemancingan. Aktivitas masyarakat di sekitar kawasan ini berpotensi meningkatkan beban nutrien ke perairan, yang berdampak pada perubahan kualitas air dan status trofiknya. Salah satu parameter penting dalam menilai kondisi kesuburan perairan adalah indeks status trofik (Trophic State Index/TSI) berdasarkan konsentrasi fosfat, klorofil-a, dan kecerahan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan status trofik Balong Ranca Lentah menggunakan metode Carlson TSI. Penelitian dilaksanakan pada Juli–Agustus 2025 di empat stasiun pengamatan yang mewakili area pemanfaatan wisata dan aktivitas pemancingan. Pengambilan sampel dilakukan tiga kali dengan interval sepuluh hari. Parameter kualitas air yang diukur meliputi suhu, pH, oksigen terlarut (DO), kecerahan, total fosfat, dan klorofil-a. Data dikumpulkan secara in situ menggunakan termometer, pH meter, DO meter, dan Secchi disk, sedangkan analisis fosfat dan klorofil-a dilakukan ex situ di Laboratorium Lingkungan Perairan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Nilai TSI dihitung dari ketiga parameter utama sesuai metode Carlson (1977), kemudian dianalisis untuk menentukan kategori status trofik perairan. Hasil penelitian menunjukkan suhu perairan berkisar suhu 27,5-28,9°C, pH 6,69-8,94, secchi disk 0,13-0,33 m, DO 0,8-13,2 mg/L, total fosfat 143,00-858,00 mg/m3 dan klorofil-a berkisar antara 262,81-488,57 mg/m3. Nilai TSI berdasarkan kecerahan, fosfat, dan klorofil-a berada pada kisaran 87,03–90,17 dengan rata-rata 88,42. Berdasarkan klasifikasi Carlson, Balong Ranca Lentah tergolong dalam kategori hipereutrofik, yang ditandai oleh tingginya konsentrasi nutrien dan biomassa fitoplankton. Kondisi ini menunjukkan perairan telah mengalami eutrofikasi berat akibat masukan bahan organik dan anorganik dari aktivitas masyarakat sekitar. Dengan demikian, Balong Ranca Lentah memiliki tingkat kesuburan sangat tinggi, namun berpotensi menurunkan kualitas ekosistem jangka panjang apabila tidak dikelola dengan baik. Upaya pengelolaan yang disarankan meliputi pengendalian masukan limbah domestik, penerapan vegetasi riparian untuk menyerap nutrien berlebih, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kualitas perairan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan pengelolaan perairan Balong Ranca Lentah secara berkelanjutan. Kata kunci: Balong ranca lentah, hipereutrofik, indeks status trofik | |||||||||
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling | |||||||||
| Divisions: | 04-Fakultas Pertanian 04-Fakultas Pertanian > 54244-Program Studi Ilmu Perikanan |
|||||||||
| Depositing User: | Siti Nurasiyah | |||||||||
| Date Deposited: | 17 Dec 2025 04:18 | |||||||||
| Last Modified: | 17 Dec 2025 04:18 | |||||||||
| URI: | http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/56659 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
